"OPM," ujar Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, usai lari pagi di sekitar Bandara Halim Perdanakusumah, Jakarta Timur, Jumat (4/12/2015). Gatot mengatakan itu usai ditanya siapa pelaku penembak Fretes.
Gatot menjelaskan, pihaknya bersama dengan polisi masih mencari anggota OPM yang menembak Fretes. TNI, lanjut Gatot, telah menaikkan pangkat Jhon dari mayor menjadi letkol anumerta. Saat tewas, Jhon sedang meninjau tempat untuk persiapan Pilkada bersama 2 anggota lainnya.
"Dia koordinasi dengan Pak Kapolres untuk meninjau tempat persiapan pilkada. Berangkatnya beda tempat tapi perhitungan jamnya sama," kata dia.
Saat OPM masuk, Jhon yang juga merupakan pendeta tidak tiarap. Sebab dia merasa yang datang itu adalah umatnya.
"Dia bilang 'Jangan, saya pendeta', tapi tetap ditembak," kata Gatot.
Sedangkan 2 anggota lainnya berhasil kabur dan melaporkan kejadian ini. "Dia pangkatnya mayor dinaikkan jadi letkol anumerta. Mayor Fretes ini adalah perwira Bintel Kristen kemudian di daerah itu daerah gembalanya dia," tuturnya.
Peristiwa berawal ketika Jhon hendak memantau Kampung Namuni, Distrik Kasonaweja, pada Senin (30/11). Ia bersama 2 anak buahnya, Kopda Simon Sopakua dan Kopda Afan, datang dari arah kota dengan menggunakan speedboat. (nwy/nrl)











































