Rekaman Selesai Diputar di Sidang MKD, Maroef: Ada yang Tak Sesuai

Rekaman Selesai Diputar di Sidang MKD, Maroef: Ada yang Tak Sesuai

Indah Mutiara Kami - detikNews
Jumat, 04 Des 2015 00:24 WIB
Rekaman Selesai Diputar di Sidang MKD, Maroef: Ada yang Tak Sesuai
Foto: Ari Saputra
Jakarta - Rekaman pertemuan Ketua DPR Setya Novanto, Presdir PT Freeport Indonesia Maroef Sjamsoeddin, dan pengusaha Reza Chalid yang diserahkan Maroef sudah diputar di sidang. Maroef ternyata punya koreksi.

"Ada yang tidak sesuai," kata Maroef dalam sidang MKD di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (4/12/2015).

Eks Waka BIN ini menyebut yang tidak sesuai itu ada di transkrip halaman lima di bagian ke dua. Ada bagian di transkrip yang ditulis atas inisial namanya, namun dia tidak merasa pernah mengatakannya.

Pimpinan sidang Junimart Girsang akhirnya meminta rekaman diputar lagi di bagian yang dia anggap janggal. Akhirnya bagian itu ditemukan, yaitu pembicaraan soal pernikahan anak Jokowi di solo.

"Ada pembicaraan, saya sering disela tapi tidak ada di sini," ujarnya.

"Ini bukan suara saya, mirip suara SN (setya novanto)," sambung Maroef.

Berikut adalah transkrip rekaman pembicaraan soal Solo

MS: Assalaamualaikum Pak

SN dan MR: Widiiiihh

SN: Gak keluar Pak

MS: Enggak Pak, ada tahllilan.

SN: Gak ke Solo?

MR: Besok?

MS: Ke Solo kan lusa

SN: Kan acaranya 11, Kamis ya

MR: Bukan 12, kata Lucas. Pak Luhut pesen musti ketemu dia.

SN: Yang bayar duluan

MR: Gua duluan ya.

MS: Wah ramai

MR: Loe mau ngikut pesawat gua gak.

SN: Pak Luhutnya kan

MR: Gua sebentar, gua salaman, gua ketemu Pak Luhut gua kabur ke airport. Habis mau ngapain lagi lama-lama, yang penting buat kita nongol, salaman, ketemu Pak luhut udah.

MS: Airport sama kota kan deket.

MR: Iya

MS: Cuma macetnya Solo itu.

MR: Kalau gak naik itu, bisa jam 3 hari hari. Kalau mau. Tapi kira-kira kan bapak kira-kira sudah dapat Garuda kan. Freeport nyupport? (untuk pernikahan anak Jokowi)

MS: Nggak ada. Nggak ada kita

MR: Maklumlah presidennya, sudah banyak. (ketawa)

MS: Tidak mungkin juga terbatas kali. Bikinnya kan di Solo. Kalau seperti Pak SBY dulu bikinnya di istana kan besar-besaran. Kapasitasnya juga besar.

MR: Ini cuma 2000, 3000.

MS: Itu yang diundang. Belum keluarga. Kapasitas terbatas.

SN: Saya ditanyain wartawan di kita, Pak itu kan dibatasi oleh Menteri PAN hanya 400. Presiden sudah 2000-3000. Ya nggak ada masalah, namanya masyarakat pengin ketemu presiden.

MS: Menteri PAN kan kadang masih ecek-ecek. Dia pikir, entar gua ngawinin gua sudah pensiun. Ya kan, anaknya Menteri PAN kan masih kecil-kecil. Bayangin aja 400.

MR: Suka-suka dia Pak

MS: Susah Pak, budaya orang Indonesia kan ndak bisa begitu Pak. Bagi orang barat 400 sudah besar banget

MR: Pak Syaf waktu ngawinin anaknya, banyak, pokoknya gua gak peduli. Pesta gua yang bikin.

SN: Syaf siapa?

MR: Syafruddin.

SN: Ooo

MR: Banyak yang datang.

MS: Mana mungkin itu pak.

MR: Tapi jangan saya katanya gitu. Ada aja alasannya.

MS: Susah pak budaya kita budaya kekeluargaan

(imk/Hbb)


Berita Terkait