Hari ini, Rabu (2/12/2015), mereka melakukan aksi massa yang diikuti ratusan nelayan. Mereka berkumpul di lapangan sepakbola Muara Angke menuju Green Bay, Jakarta Utara. Dalam aksi tersebut juga dihadiri oleh beberapa LSM seperti Walhi dan KNTI (Komite Nelayan Tradisional Indonesia)
Kepala Bidang Pengembangan Hukum dan Pembelaan Nelayan KNTI, Martin Hadiwinata, menilai reklamasi Ini menimbulkan beberapa dampak negatif baik bagi alam maupun warga sekitar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Martin menambahkan, penolakkan tersebut merupakan deklarasi sikap masyarakat Muara Angke terhadap perampasan ruang hidup mereka.
Martin mengharapkan, hakim majelis PTUN mengabulkan permohonan penundaan pelaksanaan SK No. 2238 yang sedang bersengketa di PTUN Jakarta. Agar, perampasan ruang hidup yang terjadi selama proses reklamasi bisa segera berhenti dan nelayan bisa kembali melaut dan mendapatkan ruang mata pencahariannya," tegasnya
Suara penolakkan juga keluar dari Aktris yang juga terkenal sangat peduli dengan isu lingkungan. Ia menilai, perlu adanya kajian mendalam sebelum diputuskan adanya reklamasi.
"Umumnya 90% reklamasi bukan untuk kepentingan rakyat tapi untuk kepentingan sepihak. Harus ada kajian yang mendalam, lahan yang digunakan reklamasi bukan lahan yang kosong. Banyak yang mencari makan di sini Dan mencari penghidupan di sini,"tuturnya.
Ia menambahkan, masyarakat tidak boleh tinggal diam dengan upaya pemerintah yang dianggap telah melakukan tindakan sepihak itu.
"Banyak gerakan terkait alam, ini tanah loh, harus lawan. Apalagi Ini belum ada kajiannya kita harus lawan. Jangan diam! Saya yakin ada pihak lain yang campur tangan. Pemerintah kita selama Ini abu-abu. Tidak pernah berkata iya atau tidak" ujarnya berkoar
Perwakilan nelayan bersuara, reklamasi Ini tidak ada untungnya sama sekali bagi kehidupan mereka. Hasil tangkapan ikan menjadi sangat menurun, bahkan mereka kerap menanggung rugi.
"Saya sudah dari tahun '70 jadi nelayan. Saya merasa ketika pemerintah melakukan reklamasi Ini kita tidak dilibatkan sama sekali. Ketika pembangunan Green Bay, laut dikeruk, hasil tangkapan kita jadi berkurang. Biasanya sehari bisa dapat sejuta dua juta, sekarang Rp 100.000,00. saja udah syukur," keluh Rohili, Nelayan Muara Angke. (dnu/dnu)











































