Namun demikian, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) akan bekerja cepat usai KUA-PPAS disetujui bersama antara eksekutif dengan legislatif. Bila nota kesepakatan tentang KUA-PPAS sudah tercapai antara Pemprov DKI dengan DPRD DKI maka Ahok yakin APBD DKI bisa dikerjakan secara 'ngebut'.
"KUA-PPAS kalau kita tanda tangan pekan ini, kita paling butuh tiga hingga empat hari sudah jadi APBD loh," kata Ahok di Balai Kota DKI, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Senin (30/11/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"KUA-PPAS kita sekarang ini persis seperti APBD tahun lalu. Bahkan untuk pembelanjaan modal yang dilakukan di e-Katalog begitu masuk, kami sudah bisa klik," kata Ahok.
Dia yakin, DPRD DKI tak akan menghambat proses pengerjaan APBD 2016 ini. Malahan, Ahok mengapresasi langkah DPRD untuk ikut menyisir 'anggaran siluman' dalam cikal bakal APBD DKI 2016 itu. Maka pembahasan APBD DKI 2016 tak akan buntu (deadlock).
"Nggak lah (deadlock). Saya kira kawan-kawan DPRD sangat mendukung dengan baik kok sekarang. Kita sisir bersama malahan," kata Ahok.
Sebelumnya, Dirjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri Reydonnyzar Moenek menyatakan DKI Jakarta sudah telat memenuhi tahapan pembahasan anggaran 2016. Seharusnya, 30 November ini adalah waktu persetujuan Raperda APBD 2016, namun ternyata KUA-PPAS-pun belum disepakati bersama. (dnu/aan)











































