"PKS ingin agar tetap diagendakan dalam pekan ini. Tapi karena ingin membangun tradisi agar bisa bulat, seperti saat pilih hakim agung dan Komisi Yudisial. Sebelum bulat dalam ambil keputusan, bulatkan dulu," kata anggota Komisi III dari F-PKS, Nasir Jamil di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (26/11/2015).
Nasir menuturkan bahwa penundaan uji ini dimaksudkan agar fraksi-fraksi berkonsolidasi. Dengan demikian, ada kesepakatan terkait kelanjutan nasib uji capim KPK ini.
"Keinginan kita (uji capim KPK) secepatnya. Bersama dengan Gerindra, Nasdem, Hanura," ujarnya. Â
"Ada yang setuju secepatnya, ada yang ingin tunda. Akhirnya pimpinan ambil inisiatif ditunda," lanjut Nasir. Â
PKS sudah membuat sejumlah catatan dari 8 capim KPK yang ada. Menurut Nasir, ada 3 calon yang dikhawatirkan akan dipermasalahkan.
"Dari PKS, ada beberapa informasi yang kami dapat. Ada 3 calon yang berpotensi dipermasalahkan secara hukum. Akan kita konfirmasi di fit and proper. Di UU ada kriteria cakap, jujur, mungkin dari masalah kejujuran," ungkap Nasir.
Seperti diketahui, uji capim KPK awalnya dijadwalkan mulai pada 19 November 2015 yang dilanjutkan dengan wawancara pada 25-26 November. Namun, jadwal itu mundur karena rapat dengan Pansel Capim KPK yang berlarut dan ditunda lagi lewat rapat pleno Komisi III semalam.
(imk/tor)











































