Desmond: PDIP dan PAN yang Ingin Tunda Putuskan Nasib Capim KPK

Desmond: PDIP dan PAN yang Ingin Tunda Putuskan Nasib Capim KPK

Hardani Triyoga - detikNews
Rabu, 25 Nov 2015 21:43 WIB
Desmond: PDIP dan PAN yang Ingin Tunda Putuskan Nasib Capim KPK
Foto: Hasan Alhabshy
Jakarta - Komisi III DPR menggelar pleno tertutup membahas kelanjutan nasib 8 calon pimpinan KPK. Namun, bukannya ada hasil positif justru komisi yang membidangi hukum ini menunda agenda pengambil keputusan terkait penentuan uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) hingga minggu depan.

Wakil Ketua Komisi III Desmond Mahesa mengatakan penundaan agenda rapat menjadi Senin (30/11) mendatang karena ada usulan dari sejumlah fraksi. Fraksi tersebut adalah PDIP dan PAN.

"Kesimpulannya sederhana, PDIP minta tunda. Kenapa, ya tanya PDIP. Ada beberapa fraksi lain seperti PAN juga. Kalau saya dua itu," ujar Desmond usai rapat di Nusantara II, Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (25/11/2015) malam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Desmond enggan membuka nama fraksi yang mengusulkan penundaan pengambilan keputusan selain PDIP dan PAN. Tapi, dia mengisyaratkan ada lebih dua fraksi yang mengusulkan penundaan. Hal ini menurutnya yang membuat belum ada suara bulat dari Komisi III.

"Itu saja dari saya. Dua itu (PDIP dan PAN). Lainnya (fraksi lain yang menunda) nanti, itu urusan masing-masing fraksi. Karena ada kebiasaan di Komisi III, kita harus bulat. Nah, inilah yang buat ditunda berarti sampai saat ini belum bulat," sebut politikus Gerindra itu.

Lantas, bagaimana dengan sikap Gerindra? Dia menyatakan jika fraksinya belum menyampaikan pendapat.

"Kami Gerindra kalau di Komisi III tidak berpendapat. Suara Komisi III, Gerindra ikut suara di komisi itu," tuturnya.

Dia menambahkan bila nanti tahapan fit and proper test ditentukan dalam pleno selanjutnya maka catatan yang menjadi perdebatan akan didalami.

"Ya seperti tidak ada unsur kejaksaan, tidak memiliki pengalaman 15 tahun sesuai bidang persyaratannya," sebutnya. (hty/rna)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini