Hal itu diungkapkan Gubernur Ganjar saat memaparkan berbagai hal terkait kondisi Jawa Tengah di KM. Kelud yang beranjak dari Karimunjawa menuju Semarang. Dalam paparannya, Ganjar mengungkapkan ada 16 lokasi gedung milik BUMN di Kota Lama yang perlu dirawat.
"Ini keren, harus jadi heritage dunia, saya sudah usulkan," kata Ganjar, Sabtu (21/11/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Beberapa gedung yang tergolong kosong atau terbengkalai atau rusak yaitu milik PT Rajawali Nusindo di Jalan Kepodang nomor 25-27, nomor 32, Jalan Suari, dan Jalan Mpu Tantular nomor 11-15. Kemudian milik PT Bank Mandiri di Jalan Gelatik No.15. Gedung milik PT Gesuri Lloyd di Jalan Gelatik nomo 2 juga masuk kategori yang sama. Gedung lainnya yaitu di Jalan Mpu Tantular milik Gabungan Koperasi Batik Indonesia.
Gubernur Ganjar menegaskan pihaknya mendorong Pemkot Semarang agar Kota Lama dikelola dengan baik dan bulan Januari tahun 2016 bisa menjadi destinasi wisata yang memadai.
"Januari akan paksa buka untuk wisata. Event sudah diciptakan, ada juga pasar Sentiling di sana, orang belanda datang ke sana. Pihak Belanda siap membantu, mereka masih di sini (Semarang) sekarang," tandas Ganjar.
Terkait gedung-gedung yang terbengkalai dan kurang terawat itu, Ganjar meminta agar pemilik gedung bisa memfungsikan atau bisa diserahkan ke Pemprov agar dikelola lebih baik untuk mendukung pariwisata. Satu per satu pimpinan BUMN yang hadir satu rombongan dengan menteri Rini "disentil" Ganjar agar segera menentukan langkah terkait pemeliharaan gedung di Kota Lama.
"Punya Mandiri itu bagus, ada satu yang belum (di Jalan Gelatik nomor 15) bikin kafe atau apa. Yang penting mukanya (gedung) dulu, agak didempul," ujarnya.
Materi pariwisata selain Kota Lama banyak dipaparkan Gubernur Ganjar antara lain potensi Kereta Api untuk pariwisata, pembangunan bandara, dan perkembangan Jatengpark. Target wisatawan di Jateng sampai tahun 2018 yaitu wisatawan nusantara 33.824.005 orang dan wisatawan mancanegara yaitu 432.171 orang.
Sementara itu menteri Rini mengatakan pihaknya juga sudah membahas program wisata antara lain dengan PT Kereta Api. Ia juga berharap pengembangan bandara di Jateng bisa mendukung pariwisata.
"Kami sudah persentasikan program wisata dengan Kertea Api. Jalur Semarang-Solo-Magelang itu kami harapkan kedepan jadi kereta api wisata yang dikembangkan," kata Rini. (alg/hri)










































