"Kalau saya bukan dalam rangka apa-apa ya. Karena memang mereka waktu datang itu minta tolong (kontrak) ini diperpanjang. Tentu saya harus ingat-ingat, apa yang saya sampaikan kepada Presiden," kata Novanto dalam wawancara di kediamannya, Jakel, Rabu (18/11/2015).
Menurut Novanto, tidak ada permintaan saham dalam pertemuan itu, apalagi mencatut nama Presiden dan Wakil Presiden. Novanto mengaku tahu kode etik batasannya sebagai ketua DPR. Dia menyebut bahwa posisinya dalam pertemuan itu sebagai ketua DPR yang punya tugas UU di parlemen.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lalu bagaimana dengan pernyataan Seskab bahwa Presiden tak butuh perantara untuk menyelesaikan masalah perpanjangan kontrak?
"Saya justru menghargai apa yang disampaikan Presiden, dan itu betul. Karena siapapun ditanya kepada presiden. Presiden menjawabnya jelas. Bahwa sepanjang dia untuk kepentingan bangsa Indonesia, rakyat, dan juga ksejehtaraan rakyat, dan masalah Papua," jawab Novanto.
(hat/bal)










































