Berdasarkan database Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC) terdapat 180 situ yang tersebar di Provinsi DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten. Rinciannya, di Provinsi DKI Jakarta ada 16 situ, Jawa Barat 162 situ dan Banten 38 situ.
BBWSCC telah merevitalisasi 14 situ di Kabupaten Bogor, yaitu Situ Cilala, Gedong, Cimanggis, Cikaret, Kebantenan, Kemang, Ciberem, dan di kota Depok Situ Gadog.
Namun, dari beberapa situ tersebut masih ada 15 situ yang dalam kondisi kritis.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Alexsander yang akrab disapa Nandar, akan ada beberapa situ lagi yang menjadi target revitalisasi tahun 2016 sampai tahun 2019. Situ tersebut, yakni Situ Cibodas, Singabangsa, dan Cilala.
Menurut Nandar, ketiga situ tersebut dipilih karena urgensi yang lebih mendesak. Hal itu karena ada sekitar 100 situ lainnya yang belum masuk kategori mensesak.
"Yang ringan ada sekitar 100 situ, kondisinya penanganaannya tidak terlalu mendesak. Yang 15 itu lebih prioritas," imbuh Nandar.
Mengapa menjadi prioritas? Nandar mengatakan dulu situ dengan kategori kritis yang di bawahnya terdapat pemukiman penduduk, tapi kalau ada sedimentasi berat di situ tersebut, itu menjadi prioritas saat ini karena mengurangi daya tampung situ.
"Dulu kritis itu ada yang menyebutkan setelah kondisi situ itu ada di atas dan di bawahnya aada pemukiman penduduk seperti Situ Gintung. Tapi sekarang kalau sedimentasinya tinggi (timbul daratan) itu jadi prioritas seperti Situ Kebantenan," imbuh Nandar.
Menurutnya, proyek tersebut akan membutuhkan anggaran dana minimal 10 Miliar pada tiap pembangunan situ. Revitalisasi ini adalah salah satu upaya antisipasi banjir di Jakarta yang dilakukan Kementerian PU-PR.
(kff/khf)










































