Sopir Angkot di Ambon Mogok, Penumpang Diturunkan Paksa

Sopir Angkot di Ambon Mogok, Penumpang Diturunkan Paksa

- detikNews
Kamis, 03 Mar 2005 13:39 WIB
Ambon - Setelah sopir angkutan kota jurusan Kudamati melakukan aksi mogok, kini giliran 90-an sopir angkot jurusan desa Galala ke desa Suli melakukan aksi yang sama sejak pukul 11.00 WITA, Kamis (3/3/2005). Ratusan penumpang yang hendak pergi dari dan ke pusat kota Ambon, diturunkan secara paksa oleh para sopir angkot ini di persimpangan lampu lima, Jl. Jenderal Sudirman atau sekitar 3 km dari pusat kota Ambon.Perang mulut pun sempat terjadi antara penumpang dengan para sopir angkot ini. Namun berkat kesiapan aparat Polres Polres Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease, ketegangan itu dapat diredam. Ratusan penumpang pun akhirnya mengalah dan memilih menumpangi ojek menuju pusat kota maupun keluar pusat kota dengan merogoh kocek dari Rp 10 ribu hingga Rp 20 ribu. "Ini akibat naiknya BBM. Bikin masyarakat sengsara," cetus Ny. Fani Latuihamalo.Aksi para sopir ini mendapat pengawalan ketat aparat keamanan. Bahkan, antar para sopir dan aparat keamanan pun nyaris bersitegang. "Kami hanya minta agar pemerintah kota Ambon dapat menentukan terminal yang layak bagi kami," tandas Petrus Tohatta, koordinator para sopir ini.Pukul 12.00 WIT, puluhan sopir angkot ini pun berbondong-bondong menuju kantor DPRD Kota Ambon, Jl. Rijali, Ambon. Di halaman DPRD, para sopir ini sempat melakukan aksi protes terhadap kenaikan BBM. "Kerja pemerintah tiap tahun hanya menaikkan BBM saja. Apa tidak ada cara lain," teriak Marlon Siahaya, sopir angkot jurusan Passo.Bertepatan dengan aksi mogok ini, DPRD Kota Ambon tengah melakukan pertemuan dengan Dinas Perhubungan, Organda, pemerintah kota Ambon dan Pertamina untuk membahas dampak kenaikan harga BBM dan kenaikan tarif angkot. Lima perwakilan sopir ini pun diajak mengikuti pertemuan itu.Dalam pertemuan itu, disetujui bahwa tarif angkot bagi kalangan pelajar dan mahasiswa akan dinaikkan dari Rp 500 menjadi Rp 750. Sementara tarif untuk umum dihitung berdasarkan radius kilometer, yaitu dinaikkan Rp 176 per radius 5 km. Untuk itu, harga tarif angkot saat ini Rp 880 ditambah tuslah 25 persen menjadi Rp 1.100 lebih dan dibulatkan menjadi Rp 1.200. "Itu tarif yang akan diberlakukan dalam waktu dekat. Dewan kan sudah menyetujui itu, jadi tinggal ditetapkan dalam surat keputusan saja. Mudah-mudahan dalam Minggu ini tarif itu akan kami keluarkan agar masyarakat maupun para sopir tidak resah lagi," ujar Syarief Tuasikal kepada wartawan usai pertemuan itu.Anehnya, para sopir ini tidak sedikitp un menyinggung tentang kenaikan tarif angkutan kota. Menurut mereka, tarif yang saat ini diberlakukan sudah maksimal. "Kami tidak persoalkan tarifnya, yang kami persoalkan terminal. Ini sudah lama. Dan kami selalu dikejar-kejar ke sana-kemari," kata Petrus Tohatta.Menyikapi tuntutan para sopir terkait terminal angkot, Syarief Tuasikal menyatakan, pihaknya akan berusaha agar seluruh angkutan kota akan parkir di terminal A1 dan A2 Mardika. "Kami akan usahakan. Namun terlebih dahulu soal keamanan akan kami koordinasikan dengan pihak terkait. Karena ini harus dipikirkan dulu secara matang," ujarnya. Sementara itu, Ketua DPRD kota Ambon Lucky Wattimury mengatakan, pihaknya akan terus memantau dan mengawasi persoalan ini hingga tuntas. "Kami minta para sopir untuk tidak menaikkan tarif terlebih dahulu sebelum ada keputusan," pinta. Usai pertemuan, para sopir ini pun membubarkan diri dengan tertib. (asy/)


Berita Terkait