TPF: Tiga Pejabat Garuda Sekongkol Racuni Munir
Kamis, 03 Mar 2005 13:42 WIB
Jakarta - Tim Pencari Fakta (TPF) kasus meninggalnya Munir menyimpulkan terdapat sejumlah bukti materil yang menunjukkan pejabat dan karyawan Garuda bersekongkol atau terlibat dalam meninggalnya aktifis HAM Munir.Untuk itu, setidaknya tiga tokoh utama dari pihak Garuda sudah cukup dijadikan tersangka. Ketiganya adalah Aviation Security Garuda Pollycarpus, Vice President Corporation Security Rahadia Anwar dan Dirut Garuda Indra Setiawan."Sebenarnya masih ada lagi tetapi minimal tiga orang itu adalah tokoh utamanya," kata sumber detikcom di Kantor Kepresidenan, Jl. Medan Merdeka Utara, Jakarta, Kamis, (3/3/2005).Keterlibatan ketiga orang yang cukup kuat dijadikan tersangka itu jelas sekali, terutama Dirut Garuda Indra Setiawan.Indikasi keterlibatan Indra, kata sumber itu, terutama pada pemeriksaan kepolian atau saat BAP Indra mengaku sama sekali tidak mengenal Pollycarpus, tapi akhirnya dalam pertemuan Garuda dengan TPF, setelah dimintai keterangan bertubi-tubi dia baru mengakui perkenalannya dengan Pollycarpus.Bahkan, dalam pertemuan terakhir dengan TPF beberapa hari lalu di Mabes Polri, Indra hampir menangis karena tidak bisa memberikan jawaban perihal kebohongannya mengenai perkenalan dirinya dengan Pollycarpus.Indikasi kuat perkenalan itu dibuktikan dengan surat tugas Pollycarpus kepada Garuda yang ditandatangani oleh Indra yang semula disangkalnya.Sebelumnya, Ketua TPF Brigjen Pol. Marsudi Hanafi kepada wartawan dalam jumpa pers mengatakan, dari dua kali pertemuan antara TPF dan manajemen Garuda ditemukan sejumlah bukti kuat bahwa meninggalnya kasus Munir adalah hasil dari suatu kejahatan konspiratif. Dan, TPF juga tidak melihat dari bukti-bukti tersebut, kejahatan tidak dilakukan oleh perseorangan atau bermotif pribadi."Terdapat indikasi kuat terlibatnya oknum PT Garuda dan pejabat direksi Garuda baik langsung atau tidak dalam meninggalnya Munir. Dari hasil investigasi, TPF mendapatkan bukti materil yang menunjukkan pejabat tersebut bersekongkol dengan cara mengeluarkan surat-surat khusus untuk menutupi kejanggalan-kejanggalan yang ditemukan TPF sebelumnya," kata Marsudi.Sementara itu, Hendardi dari PBHI menambahkan, ada indikasi kuat meninggalnya Munir adalah kejahatan konspirasi. Untuk itu, TPF telah melaporkan kepada presiden dan mengakui bahwa memang tidak mudah menelusuri perihal meninggalnya Munir di atas pesawat pada 7 September 2004 lalu.
(umi/)











































