Surat tak bernomor itu beredar di media sosial. Ada kop lambang DPR di bagian atas surat bertanggal 17 Oktober 2015 itu. Di bawah lambang itu tertulis "Drs Setya Novanto Ketua DPR-RI". Surat ditujukan ke Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto.
![]() |
"Dengan hormat, sesuai dengan pembicaraan terdahulu dan informasi dari Bapak Hanung Budya Direktur Pemasaran dan Niaga sekiranya kami dapat dibantu mengenai Addendum perjanjian jasa penerimaan, penyimpanan dan penyerahan bahan bakar minyak di terminal bahan bakar minyak antara PT Pertamina (Persero) dengan PT Orbit Terminal Merak yang sudah diterima beberapa minggu lalu," demikian bunyi isi pembukaan surat tersebut.
Di bawah pembukaan tersebut, ada 8 poin surat-surat yang dilampirkan bersama surat itu. Surat-surat yang dilampirkan itu terkait dengan urusan pengelolaan tangki penyimpanan BBM dengan PT Orbit Terminal Merak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Politikus Golkar ini menegaskan tak pernah membuat surat apapun ke Pertamina, baik itu disposisi atau memo. Terkait kop DPR dan namanya di bagian atas surat tersebut, Novanto mengatakan bisa saja dibuat oleh orang lain.
![]() |
"Kop surat banyak di percetakan. Biasanya surat keluar dari tempat saya pakai proses yang sangat panjang dan harus ada paraf sekretariat. Paraf akhir dari staf khusus terkait administrasi, baru saya keluarkan," papar Novanto.
Novanto mengaku kaget namanya disebut dalam surat yang beredar itu. Dia mempertanyakan mengapa namanya dikaitkan.
![]() |
"Justru itu saya kaget juga. Apa itu ada tanda tangan saya atau tidak," ujar Novanto. Dalam foto surat yang beredar itu memang tidak ada tanda tangan Novanto.
(bal/dra)














































