Kapolda Metro Bentuk Satgas Antisipasi Banjir Jakarta

Kapolda Metro Bentuk Satgas Antisipasi Banjir Jakarta

Mei Amelia R - detikNews
Jumat, 13 Nov 2015 16:09 WIB
Kapolda Metro Bentuk Satgas Antisipasi Banjir Jakarta
Foto: Rengga Sancaya
Jakarta - Polda Metro Jaya mengantisipasi bencana banjir di Jakarta, mengingat musim hujan telah tiba. Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Tito Karnavian membentuk satgas penanganan banjir sebagai upaya preemtif dan preventif.

"Dari internal Polda, kami sudah lakukan rapat. Kemudian, saya sudah instruksikan pembentukan satgas penanganan banjir. Ujung tombaknya adalah kepala biro operasi. Karoops saya perintahkan untuk melakukan koordinasi dengan stakeholder dari tingkat provinsi, Pemda, Kodam, BNPN dan BMKG," jelas Irjen Tito kepada wartawan di Polda Metro, Jumat (13/11/2015).

Rabu pekan depan Polda Metro Jaya akan melakukan rapat koordinasi dengan instansi terkait. Polisi telah melakukan pemetaan lokasi-lokasi yang rawan banjir.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Di tiap titik rawan banjir ini akan dibuat lagi satgasnya, seperti di Kelapa Gading, Kampung Pulo, Bukitduri," katanya.

Polda Metro akan menangani bencana banjir yang skalanya lebih besar. Sementara penanganan bencana yang skalanya lebih kecil diserahkan ke Polres setempat.

"Saya sebetulnya berharap betul dari teman-teman dari Pemda, BNPB, bisa segera menyambut langkah-langkah ini dengan cepat supaya satgas tersebut cepat terbentuk. Misalnya, Kelapa Gading, pengalaman tahun lalu, jangan sampai mendadak," urainya.

Dengan dibentuknya satgas ini, Kapolda berharap nantinya anggota di lapangan sudah memahami apa yang menjadi tugas-tugasnya.

"Jadi sudah ada satgasnya, siapa yang menangani banjir, siapa berbuat apa, evakuasinya bagaimana, pengalihan rutenya gimana," ungkapnya.

Pihak kepolisian juga mengantisipasi kemacetan akibat genangan air. "Kami sudah berkoordinasi dengan Dirlantas, titik-titik banjir di mana saja lalu dibuat rekayasa lalu lintas. Bagaimana untuk mengatasi supaya dampak kemacetannya tidak luas, segera di setiap titiknya dibuat opsi-opsi pengalihan rute," tutupnya. (mei/spt)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini