Hidup dalam Keterbatasan, Dokter di Pelosok Berharap Lebih Diperhatikan

Kisah Tragis Dokter Muda

Hidup dalam Keterbatasan, Dokter di Pelosok Berharap Lebih Diperhatikan

Salmah Muslimah - detikNews
Kamis, 12 Nov 2015 18:04 WIB
Hidup dalam Keterbatasan, Dokter di Pelosok Berharap Lebih Diperhatikan
dr Andra (Foto: istimewa)
Jakarta - Dokter muda Dionisius Giri Samudra atau Andra (27) meninggal saat bertugas di Kota Dobo, Kepulauan Aru, Maluku, karena mengidap penyakit komplikasi. Belajar dari kasus dr Andra, para dokter di pelosok berharap agar ada perhatian lebih dari pemerintah.

"Harapannya ada perhatian juga dari pemerintah, misalnya diasuransikan atau apa. Selain itu untuk teman-teman sejawat diharapkan dengan kejadian ini tidak melunturkan semangat pengabdian, di mana saja kita ditempatkan, mau di tempat terpencil atau di mana saja," ucap dokter Diana Oratmangun yang sudah 5 tahun bertugas sebagai dokter spesialis mata di Maluku Tenggara Barat saat berbincang dengan detikcom, Kamis (12/11/2015).

Menurutnya dibandingkan dengan di kota, fasilitas di pelosok masih terbatas. Baik itu tenaga ahli, transportasi dan peralatan pengobatannya.

"Kita di sini, fasilitas yah bisa dibilang apa adanya. Untuk kita-kita yang tugas di daerah terpencil masalah itu menyangkut perhubungan dan komunikasi, di mana ada beberapa tempat transportasi itu sulit, belum lagi masalah cuaca yang tak bersahabat," kata Diana.

Sesama dokter di pelosok, menurut Diana, akan selalu saling support. Misalnya saat dr Andra sakit para dokter yang di Maluku mendapat pesan berantai lewat grup medsos dan berusaha untuk melakukan apa yang mereka bisa untuk menolong. Misalnya dengan menghubungi pihak kabupaten kota untuk mendapat fasilitas transportasi dan juga berdoa. Namun ternyata takdir berkata lain.

"Waktu awal yang kami dengar itu untuk evakuasi dr Andra dari medsos, siang kami cek teman dokter bilang kondisinya sudah semakin buruk dan teman-teman dari sini support berdoa," katanya.

Andra meninggal Rabu (11/11) karena mendera penyakit campak dan juga mengidap radang selaput otak, infeksi paru-paru dan saluran pernafasan. Kondisi Andra yang semakin memburuk dinilai tidak memungkinkan untuk menempuh perjalanan jauh ke kota. Akhirnya dokter yang merawat Andra terpaksa mengurungkan niat untuk merujuk sambil berusaha semaksimal mungkin untuk perawatan Andra.

Makin hari, kondisi dokter yang sedang internship (magang) itu makin drop. Para dokter yang merawat Andra juga tidak berani mengambil risiko jika harus memindahkan Andra.

Kini jenazah Andra akan dibawa ke Kabupaten Tual menggunakan kapal. Di lokasi itu, jenazah Andra akan disemayamkan sebelum rencananya akan diterbangkan ke Jakarta, Jumat (13/11) besok. (slm/nrl)


Berita Terkait