"Paling 40 persen yang kondisinya bagus. Itu karena dulu sewa-sewa terus, jadi tidak pernah diremajakan," kata Kepala Dinas Kebersihan Isnawa Adji di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (9/11/2015).
Ia mengatakan hingga saat ini Dinas Kebersihan DKI masih menyewa 300 truk sampah milik perusahaan swasta. Untuk mengurangi jumlah truk sampah ini, maka pengadaan truk sampah akan terus dilakukan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, Dinas Kebersihan menganggarkan sekitar Rp 400 miliar untuk sewa truk sampah saja. Namun, Isnawa juga tidak menutupย kemungkinan pengadaan truk mengeluarkan anggarannya lebih besar. Namun, dengan memiliki truk sendiri setidaknya Pemprov DKI bebas mengatur pengoperasian bus milik mereka.
"Keuntungan saat kita tidak sewa lagi, pada saat anggaran sedang dibahas awal-awal tahun, kita punya kekuasaan besar untuk menggunakan truk sampah kita sendiri. Kalau masih pada posisi sewa, pinjem 300 truk, masih nanti kedodoranlah. Kalau kita punya sendiri, terserah kita nih. Tidak perlu bayar sewa," pungkasnya.
Untuk pengangkutan sampah ke TPST Bantargebang pasca penghadangan, ia mengatakan kontrol pada jam operasi, kondisi truk serta kondisi terpal penutup sampah menjadi perhatian besar. Pasalnya, jika terpal yang menutupi sampah tidak dipasang dengan baik maka sampah akan berceceran di jalan dan akan menimbulkan bau tak sedap. (mnb/rvk)











































