10 Ribu Tempe Mendoan Digoreng, Rekor Terbesar Sepanjang Sejarah!

Andi Saputra - detikNews
Minggu, 08 Nov 2015 09:45 WIB
Bupati Banyumas Achmad Husein membuka Festival Mendoan (arbi/detikcom)
Banyumas -
Warga Banyumas, Jawa Tengah sontak kaget mengetahui muncul merek 'mendoan' untuk tempe mendoan yang dikeluarkan Kemenkum HAM terhadap perorangan. Alhasil, privatisasi ini membuat seluruh warga Banyumas geram

Sebagai wujud penolakan privatisasi ini, Bupati Banyumas, Achmad Husein langsung memimpin gerakan tersebut. Didukung ribuan warganya, Banyumas menggelar Festival Mendoan 2015 di pusat kuliner dan souvenir Pratista Harsa, Purwokerto, Banyumas, Jawa Tengah, Minggu (8/11/2015).

"Alhamdulillah, tadi digoreng 10 ribu tempe mendoan," kata Husein saat berbincang dengan detikcom.

Banyaknya tempe yang digoreng dalam waktu serempak dan dimakan ramai-ramai ini menorehkan sejarah baru sebagai gerakan makan mendoan terbesar. Baik di Indonesia atau di dunia. Festival ini digelar sejak pukul 07.00 WIB dan seluruh warga tumpah ruah. Festival Mendoan ini belum pernah digelar dalam event besar Banyumas, baik saat HUT RI atau Hari Jadi Banyumas.

"Ini belum pernah sebelumnya. Bisa jadi ini yang terbesar," kata Husein.

10 Ribu mendoan ini digoreng oleh puluhan ibu-ibu yang datang secara sukarela. Mereka membawa wajan dan mendoan serta bumbunya dari rumah masing-masing.

Banyumas merupakan salah satu wilayah tertua di Jawa. Jejaknya mulai ada sejak Kerajaan Galuh Purba pada abad ke-5 M. Hari jadi Banyumas ditandai dengan diangkatnya Raden Joko Kaiman menjadi Adipati Wirasaba VII pada 6 April 1582 M.

Di era penjajahan Belanda, Banyumas menjadi kunci pemerintahan di Jawa Tengah bagian barat dengan membuat Karesidenan Banyumas. Pusat pemerintahan dibangun, seperti pengadilan, industri gula hingga pusat kesehatan. Seiring waktu, Banyumas dibagi menjadi empat wilayah yaitu: Banyumas, Purbalingga, Cilacap dan Banjarnegara. Sehingga, meski secara wilayah administrasi Banyumas hanya ada di Kabupaten Banyumas, tetapi budaya Banyumasan tersebar di empat kabupaten tersebut.

Selain mendoan, banyak makanan khas dari daerah yang tumbuh di sepanjang aliran Sungai Serayu itu. Tidak hanya itu, berbagai seni budaya Banyumas juga banyak ditemui, di mana seni budaya itu tidak ada di daerah lainnya. (asp/dha)