"Kita berdua (Ical-Agung) akan usahakan konsolidasi dan rekonsiliasi dengan waktu lebih cepat," ucap Aburizal Bakrie usai rapat harian DPP Golkar di lantai 4 kantor Golkar, Jl Anggrek Neli Murni, Jakbar, Jumat (6/11/2015).
Ical mengatakan tak masalah Agung mengajukan kasasi yang membuat kepengurusan Bali untuk sementara tak bisa mengklaim sebagai kepengurusan yang sah, sampai ada putusan MA atas kasasi itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lalu apakah rekonsiliasi lebih cepat itu berarti Munas tak harus tahun 2019?
"Munas bagaimanapun harus dilakukan. Tahunnya nggak tahu, yang jelas tidak ada Munas luar biasa," jawab Ical.
Soal Munas itu, sebelumnya Ical keukeuh hanya bisa digelar pada tahun 2019 atau saat kepengurusan hasil Munas Bali berakhir. Gagasan itu ditolak Agung Laksono yang ingin Munas tahun 2015.
Sebelumnya, Ical memimpin rapat harian DPP Golkar hasil Munas Bali di lantai 4 bersama sejumlah pengurus yaitu Idrus Marham, Syarif Cicip, Nurdin Halid, Ade Komaruddin, Bambang Soesatyo, Tantowi Yahya dan lainnya.
Menariknya ada Yorrys Raweyai yang ikut rapat di antara jajaran kepengurusan Ical itu. Padahal, di lantai 3 gedung yang sama juga tengah berlangsung rapat yang dipimpin Agung Laksono. Hadir Zainuddin Amali, Agus Gumiwang, Fayakun, Agun Gunanjar, Tb Ace Hasan dan lainnya.
Rapat Ical Cs sudah berakhir sekitar pukul 15.50 WIB, sementara rapat Agung masih berlangsung. (bal/tor)










































