Isu Panas Reshuffle Jilid II dan Pergeseran Menteri Rini, ini Kata Teten

Isu Panas Reshuffle Jilid II dan Pergeseran Menteri Rini, ini Kata Teten

Ray Jordan - detikNews
Jumat, 06 Nov 2015 14:59 WIB
Isu Panas Reshuffle Jilid II dan Pergeseran Menteri Rini, ini Kata Teten
Foto: M Risyal Hidayat
Jakarta - Reshuffle Kabinet Jilid II dikabarkan kian dekat. Isu-isu panas sudah muncul, di antaranya soal posisi sejumlah menteri yang bergeser, termasuk Rini Soemarno.

Kursi yang diduduki Menteri BUMN Rini Soemarno seperti jadi yang paling panas selama Pemerintahan Jokowi-JK. Berkali-kali partai pendukung Jokowi merongrong Rini, memintanya diganti dari kursi Bos BUMN.

Dorongan meminta Presiden Jokowi mengganti Rini Soemarno dari kursi Menteri BUMN sudah muncul sejak dari reshuffle jilid I. Dorongan yang sama muncul kembali di tengah panasnya isu reshuffle jilid II. Pendorongnya masih sama, parpol pengusung utama Jokowi, PDIP.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun sepertinya Jokowi masih bertahan tak mau menghapus Rini dari struktur kabinetnya. Jokowi dikabarkan hanya akan menggeser Rini, bukan mencopot total dari posisi menteri. Kabarnya Rini akan menggeser salah seorang menteri yang ditempati kader parpol pendukung Jokowi. Sedangkan kursi yang ditinggal Rini akan diisi seseorang dari kalangan profesional.

Ditanya soal isu-isu seputar reshuffle, Kepala Staf Presiden Teten Masduki menjawab diplomatis. Dia mengatakan Presiden Jokowi selalu melakukan evaluasi kinerja menteri-menterinya. Jokowi tahu betul siapa yang harus diganti, siapa yang harus dimasukkan untuk memperkuat formasi kabinet.

"Kalau menteri kan urusan presiden, presiden tahu persis menteri-menteri yang beliau butuhkan," kata Teten saat ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Jumat (6/11/2015)

Teten mengatakan, evaluasi menteri kerap dilakukan Jokowi. Terutama saat rapat terbatas ataupun rapat kabinet.

"Evaluasi setiap saat, setiap rapat kabinet, rapat terbatas juga kan isinya evaluasi program. Selain merencanakan program-program yang harus dilakukan oleh kementerian untuk merespons perkembangan," kata Teten.

Teten lalu ditanya soal sektor yang sering disoroti Presiden Jokowi dalam rapat. Mantan aktivis ICW itu menjawab 90 persen fokus Presiden di sektor ekonomi.

"Setahu saya memang presiden dalam rapat kabinet tampil lebih membahas 90 persen urusan ekonomi, karena situasi ekonomi belum mendapatkan perhatian khusus," kata Teten.

Selain ekonomi, persoalan bencana kabut asap juga menjadi bahasan utama. Ditegaskan Teten, Jokowi tak mau peristiwa bencana kabut asap seperti tahun ini terulang lagi tahun berikutnya.

"Dan asap. Dia concern betul jangan sampai asap terulang tahun depan. Kalau tahun depan ada kebakaran tak sebesar yang sekarang. Makanya beliau moratorium izin lahan gambut dan dalam waktu dekat akan disiapkan badan pengelolaan lahan gambut berkelanjutan ini untuk pencegahan dan penanggulangan terjadinya kebakaran," jelas Teten.

Apakah berarti dua bidang itu yang akan menjadi fokus utama reshuffle jilid II? (tor/van)


Berita Terkait