Dengan begitu, kata Ahok, Jakarta perlu memperluas tanggung jawab demi pembangunan. Hanya saja, perluasan itu terkait dengan kucuran dana miliaran rupiah untuk daerah penyangga dimaksud seperti Bekasi, Bogor, Tangerang dan lainnya.
"Saya dulu waktu makan malam dengan bupati, wali kota se-DKI, saya sampaikan begini wilayah DKI mau diperluas. Semua mata lihat ke saya, dia pikir (mau membangun) megapolitan. Saya bilang bukan, saya mau perluas DKI bukan kekuasaan tapi tanggung jawab," kata Ahok di hadapan pejabat provinsi se-Jawa dan Bali.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ahok mencontohkan soal pengairan, ada 3 sungai yang walau kemarau panjang tidak pernah kekeringan di Jakarta, Banten dan Jawa Barat yaitu sungai Citarum, Ciliwung dan Ciasadane. Ketiga sungai itu tidak bisa dikelola hanya satu daerah karena terkait dengan daerah tetangga.
"Kalau Banten, Jabar, nggak cukup uangnya jadi tanggung jawab DKI," tutur Ahok.
Begitu juga untuk urusan transportasi. Ahok cerita saat baru dilantik sebagai wakil gubernur bersama Jokowi, dia ditanya Wapres Boediono kala itu untuk menentukan pembiayaan MRT dari timur ke barat yang menyentuh daerah Provinsi Jabar hingga ke Banten.
Β
Setelah dirapatkan dengan gubernur saat itu, Jokowi, diputuskan bahwa pembiayaan MRT yang bersinggungan dengan daerah penyangga itu oleh DKI saja. Keputusan itu penting karena jika menunggu siapa yang akan membiayai, bisa menghambat realisasi MRT.
Soal MRT itu, Ahok juga sudah mengusulkan untuk dibentuk Badan Transportasi Jabodetabek agar menganturnya lebih mudah. Kucuran dana dari DKI tak hanya pembiayaan yang sifatnya pembangunan, tapi juga bisa hibah. DKI bisa menyetujui asal transparan.
"Kota Tangerang mengajukan Rp 1 triliun untuk jalan layang sampai Tangerang, saya bilang setuju. Tapi setelah dihitung ternyata dia nggak siap," bebernya.
"Bogor mengajukan Rp 70-80 miliar, saya katakan Anda susun saja kalau untuk kenaikan kita Rp 100 miliar, Rp 500 miliar, Rp 1 triliun selama uang DKI cukup kami berikan," imbuhnya.
Dia meminta kepada pemerintah daerah terdekat DKI untuk transparan dengan anggaran yang dimiliki maupun diajukan sehingga pembangunan itu bisa direalisasikan tanpa ada 'ego' pemda. Ahok menyebut konteksnya adalah membangun Indonesia.
"Saya yakin melalui Musrenbang ini kita bisa ketemu. Kita saudara di NKRI yang dipersempit Jawa dan Bali. Mari tanggung jawab bersama," ajak Ahok.
(miq/aan)











































