Waspada Bahaya Rokok, Siswa SMP Ini Copot Iklan Rokok di Warung-warung

Waspada Bahaya Rokok, Siswa SMP Ini Copot Iklan Rokok di Warung-warung

Ahmad Masaul Khoiri - detikNews
Kamis, 05 Nov 2015 10:38 WIB
Waspada Bahaya Rokok, Siswa SMP Ini Copot Iklan Rokok di Warung-warung
Foto: Ahmad Masaul Khoiri/detikcom
Jakarta - Aksi para pelajar dkk ini layak dipuji. Mereka menggelar gerakan menurunkan iklan rokok di warung-warung di dekat sekolah. Iklan yang dinilai bisa mengancam generasi muda itu diganti dengan spanduk warung bebas iklan rokok.

Para pelajar itu didampingi guru SMPN 104 Jakarta beserta pejabat Kecamatan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, dan kelurahan setempat. Aksi mereka dipusatkan di warung-warung di dekat SMPN 104 yang terletak di depan Kantor Kecamatan Mampang Prapatan.

Foto: Ahmad Masaul Khoiri/detikcom


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Aksi ini juga didasari dari hasil hasil pemantauan Lentera Anak Indonesia (LAI) Yayasan Pengembangan Media Anak dan Smoke Free Agents (SFA) terhadap 360 sekolah di 5 kota besar pada Februari-April 2015 yang menyebutkan adanya serbuan iklan rokok pada anak-anak di sekolah. Hasil monitoring menunjukkan 1 dari setiap 3 sekolah yang diamati terdapat iklan rokok.

Sebanyak 5 warung yang memasang iklan rokok menjadi target aksi ini. Spanduk iklan rokok diturunkan dan diganti dengan spanduk bertuliskan "Warung Bebas Iklan Rokok".

Foto: Ahmad Masaul Khoiri/detikcom


Pengurus Smoke Free Agent (SFA) bidang advokasi dan kampanye, Nanda Fauzi, mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk kerjasama SFA dengan sekolah dan pihak kecamatan. Kegiatan ini juga melibatkan siswa sehingga mereka lebih waspada. Nanda mengatakan meski iklan spanduk dicopot, namun warung itu bisa tetap menjual rokok, dengan catatan tidak untuk para siswa.

"Kami menolak iklan rokok di lingkungan sekolah dan menurunkannya. Jadi yang memasang spanduk adalah siswa SMPN 104 Jakarta," kata Nadia di lokasi.

Di kesempatan yang sama Hilda Amelia, siswa kelas IX, mengaku senang bisa ikut terlibat dalam aksi ini. Dia berharap agar para pemilik warung tidak menjual rokok ke siswa.

"Iklan rokok sangat menarik bagi masyarakat dari semua umur. Sering ada anak-anak masih pakai seragam merokok di lingkungan sekolah. Kami perlu bantuan ke Bapak (penjual warung) untuk tidak menjual rokok ke pembeli yang masih anak-anak sekolah," kata Hilda saat usai mencopot iklan rokok di warung.

Foto: Ahmad Masaul Khoiri/detikcom


Menanggapi permintaan Hilda, Yono pemilik warung yang berada persis di samping SMPN 104 berjanji untuk tidak menjual rokok kepada anak sekolah.

"Dari anak-anak sekolah meminta supaya nggak jual rokok lagi. Anak saya yang kuliah sendiri menyarankan agar tidak menjual rokok lagi," kata Yono.

Foto: Ahmad Masaul Khoiri/detikcom
(slm/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads