"Nggak pernah dibahas (di komisi VII), Bu Dewie ajukan proposal saat RKAL (Rencana Anggaran Kementerian/Lembaga). Kita kaget ternyata bukan proyek murah, itu ratusan miliar," ucap Inaz saat dihubungi, Rabu (4/11/2015).
"Dulu nggak ada angkanya, dikira pembangkit listrik kecil mikrohidro, itu mini hydro. Kita juga kaget," imbuhnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Di depan raker ajuin begitu saja, kita nggak tahu isinya. Ya diterima (pemerintah), karena namanya aspirasi masyarakat," ujarnya.
Inaz menepis dugaan ada anggota komisi VII lain yang tahu apalagi terlibat dalam proyek Dewie itu. Menurutnya, itu murni aspirasi Dewie yang mengajukan proyek pembangunan PLT Mikro Hydro di Deyai Papua itu.
"Komisi VII saja nggak dibahas. Bukan bahas proyek, tapi membahas aspirasi masyarakat," ucapnya.
"Nggak ada di RAPBN 2016," ucap Inaz. (bal/tor)










































