Jokowi Perintahkan BIN dan Polri Deteksi Potensi Ricuh Jelang Pilkada

Jokowi Perintahkan BIN dan Polri Deteksi Potensi Ricuh Jelang Pilkada

Ray Jordan - detikNews
Senin, 02 Nov 2015 19:01 WIB
Jokowi Perintahkan BIN dan Polri Deteksi Potensi Ricuh Jelang Pilkada
Presiden Joko Widodo (Foto: agung pambudhy)
Jakarta - Pelaksanaan Pilkada serentak tinggal 1 bulan lagi. Presiden Joko Widodo meminta kepada Badan Intelijen Negara (BIN) dan Polri untuk mendeteksi potensi kericuhan saat pelaksanaan pesta demokrasi itu.

"Pak Presiden tadi perintahkan kepada kita semua, terutama BIN dan Kapolri serta Kemendagri untuk melakukan deteksi dini di sejumlah daerah dan wilayah yang kemungkinan mulai dari tahapan-tahapan kemarin, justru di luar dugaan timbul konflik," ujar Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo usat rapat paripurna kabinet di Kantor Presiden, Jakarta Pusat, Senin (2/11/2015).

Jokowi pun meminta agar situasi dan kondisi di daerah yang akan menggelar Pilkada serentak dicermati dengan baik. "Karena pilkada ini yang tinggal 1 bulan ini suasananya adem-adem saja, tidak seperti Pilkada pada 5 tahun yang lalu," kata Tajhajo.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain itu, lanjut Tjahjo, Menko Polhukam Luhut Binsar Pandjaitan yang sebelumnya menggelar rapat bersama kementerian terkait menegaskan agar memberi peringatan kepada daerah tingkat II yang mengingkari naskah perjanjian hibah daerah.

"Penegasan yang disampaikan dalam rakor di Menkopolhukam kepada Mendagri, Bareskrim, Kapolri dan Jaksa Agung untuk beri peringatan kepada daerah tingkat II yang mengingkari naskah perjanjian hibah daerah yang menyangkut anggaran pengawasan dan anggaran pilkada," kata Tjahjo.

(jor/imk)


Berita Terkait