Hary Tanoe Bakal Gunakan Semua Resources untuk Besarkan Perindo

Hary Tanoe Bakal Gunakan Semua Resources untuk Besarkan Perindo

Elvan Dany Sutrisno - detikNews
Jumat, 30 Okt 2015 17:36 WIB
Hary Tanoe Bakal Gunakan Semua Resources untuk Besarkan Perindo
Foto: Reno Hastukrisnapati Widarto
Jakarta - Hary Tanoesoedibjo menegaskan dirinya tak main-main mendirikan Partai Persatuan Indonesia (Perindo). Hary mengaku akan menggunakan semua resources yang dimilikinya untuk mendongkrak elektabilitas partainya itu.

Hary Tanoe punya alasan tersendiri kenapa dirinya memilih mendirikan partai baru, bukan bertahan di NasDem atau Hanura yang pernah dipimpinnya.

"Kenapa nggak berjuang di partai sebelumnya? Permasalahan politik memang begitu, begitu parpol mulai berkembang di situlah kelihatan tujuan berpartai itu apa. Kami berpartai itu sasaran antara saja bukan tujuan akhir. Tapi banyak terjadi siapa yang menggunakan parpol sebagai tujuan akhir," kata Hary yang juga Ketua umum Partai Perindo, mengawali perbincangan saat berkunjung ke kantor detikcom di Jl Warung Buncit, Jakarta Selatan, Jumat (30/10/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hary pun mengajak teman-temannya yang punya idealisme untuk mendirikan partai baru. "Saya bersama dengan teman-teman yang sama-sama punya idealisme kita putuskan lebih cepat, kita bergerak dengan visi, misi, dan chemistry yang sama," kata Hary.

Hary kemudian mendirikan Partai Perindo pada 8 Oktober 2014 dan dideklarasikan secara resmi 7 Februari 2015. "Hari ini sekitar 9 bulan hampir semua DPC selesai kepengurusannya sampai tingkat kecamatan. SK sudah dapat kami tinggal menunggu verifikasi," kata Hary Tanoe yang dalam kunjungan ini didampingi Sekjen Partai Perindo Ahmad Rofiq.

Hary menegaskan perjuangan Perindo berbeda dengan NasDem dan Hanura yang pernah diikutinya. "Kami mendirikan Perindo untuk memperjuangkan supaya tidak ada lagi kesenjangan sosial. Sejak zaman Orba pemerintah fokus makro namun distribusinya tidak menyentuh seluruh lapisan masyarakat. Indonesia sudah 70 tahun merdeka tapi kesenjangan makin melebar. Masyarakat bawah harus naik kelas," katanya.

Lantas bagaimana upaya Hary Tanoe membesarkan Perindo yang belum genap berumur setahun? Simak wawancara selengkapnya:

Bagaimana kekuatan riil Perindo saat ini dan seperti apa upaya memperkenalkan ke masyarakat?

Kalau ditanya bagaimana kekuatan Perindo, kekuatan terus dibangun dan sekarang kita membangun kekuatan. Karena kita ada konkret, dan kita tahu untuk mewujudkan apa yang saya sampaikan itu kita harus menang. Cuma kapan? Nah itu sedang kita perjuangkan.

Jadi kita sekarang ini militan, bagaimana membangun kekuatan dengan cara yang benar. Yang kita bangun infrastruktur, kita bangun sistem yang kuat, SDM yang kuat.

Jika lolos verifikasi maka Perindo bisa ikut Pemilu sekaligus Pilpres 2019, apakah Pak Hary yang akan nyapres atau legowo mendukung tokoh potensial lainnya?

Kita tinggal militan kita coba kerja keras terus, masalah Pilpres 2019 pasti kita ikut dan kita tetap punya visi bagaimana mewujudkan itu baik melalui kita sendiri atau melalui koalisi atau orang yang kita tunjuk. Jadi terlalu dini untuk bicara soal itu (Pilpres).

Sebagai bos MNC, apakah Pak Hary Tanoe akan menggunakan semua resources MNC untuk membesarkan partai?

Jadi begini saya kira masyarakat itu perlu, saya kira semua orang pengin Indonesia maju, nggak ada yang ingin Indonesia hancur. Cuma ngerti apa nggak, paham atau nggak, cuma sekarang bagaimana kita mensosialisasikan itu.

Tinggal bagaimana kita hadir ini bertujuan betul-betul tulus mewujudkan hal tersebut. Apakah kita pakai media kita atau tidak saya kira kita harus menggunakan seluruh resources yang kita miliki tapi dengan cara yang baik. Termasuk jaringan infrastruktur yang saya katakan tadi.

Jadi apa adanya saja supaya masyarakat tahu bahwa kita itu datang punya tujuan. Bukan wah saya pengin power terus masuk ke politik wah ya...nggak nyucuk kalau orang Jawa bilang.

Semakin banyak politikus terjerat korupsi, bagaimana jika kader Perindo terlibat?

Ya dikeluarkanlah pastinya. Namanya manusia bisa takabur, mengontrol orang dengan jaringan nasional tidak mudah. Yang jelas kita harus punya sikap kalau korupsi keluar tapi saya sebagai pemimpin harus memberikan contoh.

Ada kepala daerah datang ke saya bicara jujur saja tolong dibantu kami nanti kalau kami menang proyek ini dikasih. Saya katakan, Pak kami hadir bukan untuk itu, kalau Bapak punya kapasitas kami akan bantu tapi kalau tidak punya ya tidak. Jangan bicara seperti itu. Sebab kalau kepala daerah naik karena transaksi kapan Indonesia maju.

Apakah pilihan politik Perindo sekarang lebih dekat ke KMP?

KMP saya selalu bilang saya kadang ada di rapat KMP kadang tidak ada. Perindo bukan KMP atau KIH kalau KMP punya program bagus kita ikuti kalau tidak ya tidak kita ikuti. Bisa dilihat rapat-rapat kita di KMP, jadi semangat kita Indonesia bukan KMP atau KIH. (van/nrl)


Berita Terkait