Yorrys dan Nurdin Halid Daulat Nurul Arifin Garap Silatnas Golkar

Yorrys dan Nurdin Halid Daulat Nurul Arifin Garap Silatnas Golkar

Ferdinan - detikNews
Jumat, 30 Okt 2015 16:07 WIB
Yorrys dan Nurdin Halid Daulat Nurul Arifin Garap Silatnas Golkar
Foto: Ferdinan
Jakarta - Dua kepengurusan Partai Golkar hasil Munas Bali dan Munas Ancol menyepakati pelaksanaan silaturahmi nasional (silatnas) pada 1 November di kantor DPP Golkar, Jl Anggrek Neli, Jakbar.  Pertemuan ini dilakukan untuk mencairkan hubungan kedua kepengurusan.

"Perlu ada konsolidasi partai, barulah tanggal 1 November dilakukan ini tentu tidak mudah tapi ada kesepahaman dan ada kebersahajaan baik dari Bang Yorrys dari Munas Ancol dan saya ditugaskan Pak Aburizal melakukan dialog, komunikasi politik sehingga melahirkan kebersamaan. Kita perlu rekonsiliasi kader menyatakan sikap menyongsong tanggal 9 Desember solid memenangkan Pilkada. Intens bertemu untuk tidak bicarakan masa lalu tapi masa depan bagaimana caranya mencairkan suasana, kader dengan kader harus bertemu," kata Waketum hasil Munas Bali Nurdin Halid dalam jumpa pers di kantor DPP Golkar, Jumat (30/10/2015).

Semangat untuk mempersatukan kedua kepengurusan juga ditunjukkan Waketum hasil Munas Ancol, Yorrys Raweyai. Menurutnya seluruh pengurus, kader dan simpatisan Golkar harus bersatu memikirkan masa depan partai, utamanya menyongsong Pilkada serentak 9 Desember 2015.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Mari kita lihat Golkar ke depan daripada terjebak pada kepentingan ego," sebut Yorrys.

Silatnas ini disepakati setelah kedua kubu masing-masing melalukan pertemuan dengan tokoh senior partai Jusuf Kalla dan Luhut Pandjaitan. Keduanya memang menyatakan kesediaannya hadir pada Silatnas yang juga mengundang seluruh pinisepuh termasuk para calon kepala daerah yang diusung dan didukung Golkar.

"Kedua kubu yang bersekat-sekat karena ada SK-SK, kita hilangkan itu dulu dan Jusuf Kalla selaku senior dan dengan kepiawaian Beliau dan didukung tokoh Luhut Pandjaitan  dua-duanya akan hadir bersama dengan kita bersama seluruh pengurus membangun komunikasi baru karena 9 Desember suka tidak suka kita akan melihat potensi baru Partai Golkar," sambung Yorrys.

Politikus Golkar Nurul Arifin yang didaulat kedua kepengurusan untuk mengurus perhelatan Silatnas, menekankan pentingnya kondisi partai yang sehat tanpa terbelah dalam dua kelompok.

"Kalau partainya sakit, fraksi, komisi DPR sakit. Imbasnya pembangunan negara tidak smooth. Kami berharap tidak ada resistensi," ucapnya.

(fdn/tor)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini