Peristiwa ini terjadi hari Senin (26/10) lalu. Saat itu MA bertengkar dengan rekannya berinisial UL. Awalnya UL menyobek buku milik MA, kemudian MA menjerit dan meminta tanggungjawab. UL ternyata tidak terima dan memukul tengkuk korban.
Sesampainya di rumah korban menceritakan hal itu, namun orang tua tidak curiga dengan dampak serius pemukulan karena tidak terlihat adanya luka. Esoknya, Selasa (27/10), MA mendadak demam dan tidak sadarkan diri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hari Rabu (28/10) malam ketika MA sadar ia mengaku pusing. NS segera melarikan putri bungsunya itu ke RSUD dr Soewondo. Tapi betapa kagetnya dia karena ternyata kondisi MA sudah sangat parah akibat ada syaraf yang rusak dan tulang leher yang bergeser.
"Kata dokter kondisinya sudah kritis. Pagi tadi meninggal dunia," kata NS.
Pihak keluarga merasa kehilangan dengan kepergian korban. Meski demikian peristiwa tersebut tidak dilaporkan ke kepolisian dan diselesaikan dengan kekeluargaan.
"Saya sudah ikhlas, jadi tidak lapor ke polisi," tandasnya.
Sementara itu Kapolsek Kaliwungu, AKP Setya Adi Nugraha membenarkan ada peristiwa tersebut. Identifikasi juga sudah dilakukan, namun tidak ada tuntutan dari keluarga korban sehingga proses hukum tidak dilakukan.
"Polisi sudah melakukan identifikasi. Tidak ada laporan ke polisi dan pihak keluarga juga tidak menuntut secara hukum, maka polisi tidak melakukan pemeriksaan," kata Setya saat dikonfirmasi. (alg/bag)











































