Becak Isi Bensin di Semarang, Mahasiswa Ingatkan Mafia Subsidi
Rabu, 02 Mar 2005 11:37 WIB
Semarang - Aksi penolakan BBM berlanjut. Ratusan mahasiswa Semarang menyegel SPBU. Sebuah becak dibawa untuk mengisi bensin. Mahasiswa mengingatkan rakyat agar berhati-hati terhadap mafia subsidi.Para mahasiswa terdiri dari KAMMI Semarang, BEM Universitas Diponegoro (Undip), dan BEM Universitas Negeri Semarang (Unes).Aksi dimulai pukul 10.30 WIB, Rabu (2/3/2005) dari Bundaran Air Mancur Semarang jalan Pahlawan. Mahasiswa melakukan long march mengitari Simpang Lima.Mereka mengusung poster bertuliskan, "Awas mafia subsidi mencari mangsa!" dan "BBM mencuat, rakyat sekarat". Setibanya di sebuah SPBU di jalan Ahmad Yani, mereka membentangkan kain sepanjang 10 meter di jalan masuk SPBU bertuliskan, "Disegel".Penyegelan di SPBU yang belum beroperasi itu sempat alot. Beberapa petugas SPBU melarang mahasiswa masuk ke areal SPBU. Petugas beralasan SPBU sudah terisi BBM sehingga membahayakan kalau ada yang merokok atau menggunakan handphone.Tapi mahasiswa tidak menghiraukannya. Mereka berhasil memaksa masuk dan mengelilingi areal SPBU sebelum akhirnya melakukan penyegelan.Begitu masuk ke areal SPBU, sebuah becak yang dibawa mahasiswa ikut masuk. Becak itu bertuliskan "Mobil Presiden RI". Becak itu pun mengisi bensin di SPBU.Puas beraksi di SPBU, para mahasiswa menyeberang jalan menuju Kantor RRI Semarang. Mereka meminta melakukan siaran langsung. Hingga pukul 11.15 WIB, negosiasi masih berlangsung.Puluhan polisi tampak mengawasi jalannya aksi mahasiswa. Meski demikian, aksi yang diikuti separuh perempuan dan separuh laki-laki itu berlangsung tertib dan tidak anarkis.
(sss/)











































