Rajendra, Aset Intelijen dan Umpan Menangkap Gangster Paling Sadis di India

Gangster India Dibekuk di Bali

Rajendra, Aset Intelijen dan Umpan Menangkap Gangster Paling Sadis di India

Novi Christiastuti - detikNews
Rabu, 28 Okt 2015 15:51 WIB
Dawood, yang diberi kode D, merangkul Rajendra, yang diberi kode Nana (indianexpress.com)
New Delhi - Penangkapan gangster India Rajendra Sadashiv Nikhaljee disebut sebagai bagian strategi untuk memburu buronan gangster lainnya, Dawood Ibrahim. Otoritas India selama ini berupaya keras untuk memulangkan Dawood yang diyakini bersembunyi di Pakistan, namun gagal.

Disampaikan sumber dari kepolisian dan Kementerian Dalam Negeri India kepada Reuters, Rabu (28/10/2015), bahwa penasihat keamanan senior India Ajit Kumar Doval yang sebelumnya menjabat Kepala Badan Intelijen berniat memulangkan Rajendra untuk memancing Dawood keluar persembunyian.

Di masa lalu, Doval sengaja memanfaatkan Rajendra alias Chhota Rajan sebagai aset keamanan bagi intelijen India. Informasi dari Rajendra dimanfaatkan untuk membekuk anggota kelompok geng lainnya, namun sebagai balasannya, polisi tidak menangkap Rajendra saat itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Baca juga: 'Gangster' India Ditangkap di Bali

Otoritas India menuding Dawood mendalangi serangkan ledakan bom dan serangan granat di Mumbai pada Maret 1993 lalu, yang menewaskan 257 orang dan melukai lebih dari 700 orang lainnya. Rajendra pernah menjadi anak buah kerpecayaan Dawood, sebelum dia meninggalkan Dawood usai ledakan tahun 1993 dan keduanya menjadi musuh abadi.

"Pemerintah berkomitmen untuk memulangkan Dawood dan kami akan mengerahkan segala macam strategi untuk mendeportasinya," ucap Wakil Menteri Dalam Negeri India, Kiren Rijiju, kepada wartawan setempat, setelah Rajendra dipastikan ditangkap di Bali.

Baca juga: Catatan Kejahatan Rajendra: Jual Tiket Gelap sampai Bunuh Anggota Parlemen

Sedangkan Doval yang kini berusia 70 tahun masih memiliki pengaruh besar dalam pemerintahan maupun lingkar dalam Perdana Menteri Narendra Modi. Doval dikenal sebagai mantan polisi dan agen intelijen veteran dengan rekam jejak mengagumkan dalam misi-misi melawan pemberontakan.

Sumber dari kalangan Kementerian Dalam Negeri India dan Biro Investigasi Pusat (CBI) menyebut, Doval memainkan peranan penting dalam penangkapan Rajendra. Informasi sumber lainnya menyebut Rajendra merencanakan penangkapannya sendiri karena merasa lelah dan takut terus dikejar anak buah Dawood yang ingin membunuhnya.

Komisioner Kepolisian Gabungan Mumbai, Atul Chandra Kulkarni menuturkan kepada Reuters bahwa anak buah Rajendra selama ini terus mengawasi pergerakan Dawood dan anak buahnya. Penangkapan Rajendra ini disinyalir mampu mendorong Pakistan untuk segera mendeportasi Dawood. Selama ini otoritas India terus menunjukkan bukti kepada Pakistan bahwa Dawood bersembunyi di wilayahnya, namun bukti ini menuai penolakan Pakistan. (nvc/mad)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ajang penghargaan persembahan detikcom dengan Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI) untuk menjaring jaksa-jaksa tangguh dan berprestasi di seluruh Indonesia.
Hide Ads