Disampaikan sumber dari kepolisian dan Kementerian Dalam Negeri India kepada Reuters, Rabu (28/10/2015), bahwa penasihat keamanan senior India Ajit Kumar Doval yang sebelumnya menjabat Kepala Badan Intelijen berniat memulangkan Rajendra untuk memancing Dawood keluar persembunyian.
Di masa lalu, Doval sengaja memanfaatkan Rajendra alias Chhota Rajan sebagai aset keamanan bagi intelijen India. Informasi dari Rajendra dimanfaatkan untuk membekuk anggota kelompok geng lainnya, namun sebagai balasannya, polisi tidak menangkap Rajendra saat itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Otoritas India menuding Dawood mendalangi serangkan ledakan bom dan serangan granat di Mumbai pada Maret 1993 lalu, yang menewaskan 257 orang dan melukai lebih dari 700 orang lainnya. Rajendra pernah menjadi anak buah kerpecayaan Dawood, sebelum dia meninggalkan Dawood usai ledakan tahun 1993 dan keduanya menjadi musuh abadi.
"Pemerintah berkomitmen untuk memulangkan Dawood dan kami akan mengerahkan segala macam strategi untuk mendeportasinya," ucap Wakil Menteri Dalam Negeri India, Kiren Rijiju, kepada wartawan setempat, setelah Rajendra dipastikan ditangkap di Bali.
Baca juga: Catatan Kejahatan Rajendra: Jual Tiket Gelap sampai Bunuh Anggota Parlemen
Sedangkan Doval yang kini berusia 70 tahun masih memiliki pengaruh besar dalam pemerintahan maupun lingkar dalam Perdana Menteri Narendra Modi. Doval dikenal sebagai mantan polisi dan agen intelijen veteran dengan rekam jejak mengagumkan dalam misi-misi melawan pemberontakan.
Sumber dari kalangan Kementerian Dalam Negeri India dan Biro Investigasi Pusat (CBI) menyebut, Doval memainkan peranan penting dalam penangkapan Rajendra. Informasi sumber lainnya menyebut Rajendra merencanakan penangkapannya sendiri karena merasa lelah dan takut terus dikejar anak buah Dawood yang ingin membunuhnya.
Komisioner Kepolisian Gabungan Mumbai, Atul Chandra Kulkarni menuturkan kepada Reuters bahwa anak buah Rajendra selama ini terus mengawasi pergerakan Dawood dan anak buahnya. Penangkapan Rajendra ini disinyalir mampu mendorong Pakistan untuk segera mendeportasi Dawood. Selama ini otoritas India terus menunjukkan bukti kepada Pakistan bahwa Dawood bersembunyi di wilayahnya, namun bukti ini menuai penolakan Pakistan. (nvc/mad)