Pertemuan keduanya dilakukan di Hotel Arjuna, Jl Dr Wahidin Sudirohusodo, Malang, Jawa Timur, Minggu (25/10). Saat itu, siang hari ada beberapa anggota TNI dari Denpom yang menggerebek Arzetti dan Rizeki. Mereka mendapat laporan ada dugaan perselingkuhan. Belum jelas siapa pelapornya.
Setelah itu, Arzetti dan Rizeki dibawa ke Denpom Malang untuk diperiksa. Dari pengakuan keduanya, tidak benar ada perselingkuhan. Pertemuan mereka dilakukan untuk membahas program CSR dan urusan pekerjaan lain. Keduanya mengklaim tidak berada di dalam kamar berduaan. Ada yang menyebut bertemu di teras, satu lagi di lobi. Sementara dari informasi yang beredar, mereka berada di kamar 18.
Foto: M Aminudin |
detikcom kembali mendatangi hotel tersebut pada Selasa (27/10/2015) sore. Pihak hotel masih tertutup untuk menjelaskan secara detail soal penggerebekan. Walau sempat menyatakan ada yang diamankan dari dalam kamar, mereka kini tak mau memberi pernyataan lagi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
![]() |
"Maaf untuk kamar nomor 18 tidak kami sewakan. Karena masih dalam proses dan ini perintah Denpom," ujar Manajer Hotel Arjuna Sri Oli'i ditemui detikcom di meja resepsionis.
Kamar 18 merupakan salah satu kamar dengan kelas tertinggi, Hotel Arjuna menyebutnya Super Bungalow dengan tarif Rp 375 ribu per malam. Selain Super Bungalow Room, ada lagi Bungalow Room dengan harga Rp 325 ribu, tipe dibawahnya family room dan standar room.
![]() |
Di kamar tersebut memiliki berbagai fasilitas diantaranya teras pribadi nyaman, televisi 32 inchi, air panas, makan pagi untuk dua orang dan media cetak. Ketika ditanya tentang fasilitas kamar, Sri dengan jelas membeberkan, untuk kamar 18 adalah double bed.
"Kalau mau tanya kamar 18, itu double bed bukan single bed," ujar Sri seraya tersenyum lebar.
Sayangnya, Sri tidak mengizinkan ketika ingin mendatangi kamar tersebut. Berbagai alasan diungkapkan, agar kamar berada di ujung timur hotel tersebut tidak terlihat. "Kamarnya di mana rahasia," ungkapnya tertawa.
Meski begitu, bila melihat suasana kamar-kamar dari area parkir, terlihat memang ada teras di depan kamar. Dua kursi dan satu meja kecil juga terlihat di sana. Bisa jadi, itu adalah lokasi pertemuan Arzetti dan Rizeki. Namun untuk memastikannya, Denpom Malang yang sedang melakukan investigasi.
Sebagai tambahan informasi, lokasi hotel letaknya tak jauh dari tempat berkantor Rizeki sebelum menjadi Dandim Sidoarjo. Sebelumnya dia pernah menjabat sebagai Komandan Batalyon Kaveleri (Yonkav) 3/Tank Andaka Cakti yang bermarkas sekitar 1,5 kilometer dari lokasi hotel. Selama satu tahun tiga bulan Rizky memimpin Batalyon tank Kodam V Brawijaya tersebut.
Terkait penanganan kasus Letkol Rizky, Denpom V/3 Brawijaya belum juga memberikan keterangan resmi. Komandan Denpom Letkol CPM M.Sawi berulang kali dihubungi melalui telepon selulernya tidak direspons meski nada sambung berbunyi.
Kapuspen TNI Mayjen Tatang Sulaiman memastikan tidak akan menutup-nutupi penanganan kasus ini. Meski demikian, TNI disebut Tatang juga akan mengedepankan asas praduga tak bersalah. Kasus ini juga menurutnya akan ditangani secara serius sampai tuntas, termasuk kebenaran sedang apa Arzetti dan Rizeki berada di dalam kamar hotel.
"TNI tidak akan menutup-nutupi jika ada anggota TNI yang salah, akan diproses sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku," ujarnya.
(mad/mad)











































Foto: M Aminudin
