Shakeel Shaikh alias Chhota Shakeel dikenal sebagai tangan kanan Dawood Ibrahim, mantan bos Rajendra, yang kini menjadi musuhnya. Berbicara kepada media setempat, The Times of India, Rabu (28/10/2015), Shakeel tidak senang Rajendra tertangkap karena dia ingin menghabisinya dengan tangannya sendiri.
Baca juga: 'Gangster' India Ditangkap di Bali
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Anak buah saya bertugas di Fiji pekan lalu dan kami menyudutkan dia di tempat persembunyiannya (Rajendra-red). Dia terpaksa kabur ke Indonesia, yang berujung penangkapannya. D Company (merujuk pada geng Dawood) tidak senang dengan penangkapannya dan permusuhan kami tidak berakhir di sini. Saya ingin menghabisinya dan saya tidak akan berhenti. Bahkan setelah dia dideportasi, operasi saya terhadapnya akan berlanjut," tutur Shakeel.
Saat ditanya The Times of India mengenai rencana pemulangan Rajendra ke India, Shakeel mengatakan: "Kami tidak percaya pemerintah India yang memanjakannya dan menerima bantuannya dalam melawan kami. Apa jaminannya bahwa dia akan diadili dan divonis? Penahanan atau penangkapannya bukan fokus kami. Moto kami jelas: Dushman khatam ho (menghabisi musuh-red). Saya tidak akan mengampuninya, di mana pun dia berada."
Baca juga: Catatan Kejahatan Rajendra: Jual Tiket Gelap sampai Bunuh Anggota Parlemen
Rajendra diburu atas keterlibatannya dalam 68 kasus kriminal di Mumbai dan wilayah lain, termasuk 20 kasus pembunuhan dan sejumlah pelanggaran hukum serius lainnya. Menteri Dalam Negeri India, Rajnath Singh, berterima kasih pada Interpol dan pemerintah Indonesia atas penangkapan Rajendra.
Rajendra ditangkap di Bandara Ngurah Rai, Bali pada Minggu (25/10), usai mendarat dari Sydney, Australia. Penangkapan dilakukan setelah Polda Bali menerima notice (peringatan) dari Interpol yang menyebutkan buronan India masuk Indonesia lewat Denpasar. (nvc/mad)











































