"Tidak ada hubungan apa-apa, saya dan Mbak Arzetti itu hanya teman biasa," aku Rizeki di Makodim 0816 Sidoarjo, Jl Lingkar Timur Sidoarjo, Senin (26/10/2015).
Rizeki tak menjelaskan sejak kapan dirinya mengenal Arzetti. Dia cuma mengaku memiliki 1 pondok pesantren di Desa Klompok, Kecamatan Singosari, Malang dan 3 panti asuhan di Malang. Arzetti diharapkan ikut membantu kelangsungan tempat tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Letkol Kav Rizeki di Makodim Sidoarjo (Foto: Suparno/detikcom) |
Selain itu, Rizeki akan mendirikan masjid di sekitar pondok. "Pada intinya saya bertemu dengan Mbak Arzeti itu membahas CSR (Corporate Social Responsibility). Mbak Arzeti juga tertarik akan membantu (pendirian masjid dan pendanaan ponpes)," jelas Rizeki.
Pertemuan digelar di Hotel Arjuna Malang, Minggu (25/10/2015) pada pukul 14.00 WIB. Rizeki mengaku datang bersama sopirnya, Serda Hadi. Tak lama kemudian, anggota Denpom berpakaian preman datang dan 'menginterogasi'.
"Anggota Denpom datang menanyakan ada apa ini, saya jawab nggak ada apa-apa, hanya ngobrol aja. Kemudian muncul suami Mbak Arzeti (Didiet)," ungkap Rizeki.
TNI akan dan tengah memproses kejadian ini. Saat dikonfirmasi, Kadispen TNI AD Brigjen Sabhar Fadhilah mengatakan, Rizeki dan Arzetti diamankan karena berduaan di dalam hotel. Saat itu, Rizeki berseragam dinas. Sejauh ini belum ada bukti yang mengarah pada perselingkuhan. (try/nrl)












































Letkol Kav Rizeki di Makodim Sidoarjo (Foto: Suparno/detikcom)