"Sepak bola ini bukan politik. Bangsa Indonesia ini selama 2 tahun tidak dianggap bolanya. Tapi enggak ada ngaruhnya juga karena enggak pernah juara. Tapi harus kita benahi setahun atau dua tahun supaya bisa lebih baik. Semoga bisa menemukan bibit berkualitas," ujar Ahok saat memberi sambutan di Stadion GMSB, Jl HR Rasuna Said, Kuningan Jakarta Selatan, Sabtu (24/10/2015).
Ahok menyebut diadakannya kompetisi Rusun Cup 2015 ini dikarenakan sebanyak 3.000 penghuni rusun merupakan anak-anak. Dia juga berharap meski kini persepakbolaan Indonesia tengah 'mati suri' namun para generasi muda tidak putus harapan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami juga ingin membeli Persija. (Persija) dimiliki orang-orang tertentu yang sudah berutang lalu minta kita bayar karena kita butuh bayar Rp 30-40 miliar per tahun dan merugi terus. Mudah-mudahan saja tergugah hatinya yang punya saham di Persija tapi sudah tidak bisa memberikan yang terbaik biar kita beri yang terbaik," ujarnya.
Foto: Ayunda Savitri/detikcom |
Sebelum pertandingan dimulai, Ahok sempat menendang bola ke tengah lapangan. Mengenakan polo shirt berwarna merah dan kaca mata hitam, Ahok juga melayani foto bersama dengan tim Tambora dan Daan Mogot yang membuka laga perdana.
Rusun Cup diikuti oleh 18 tim rumah susun yang tersebar di seluruh daerah Ibu Kota. Adapun tim-tim itu terdiri dari Rusun Tambora, Kampung Muara, Daan Mogot, Muara Baru, Marunda A dan C, Marunda B, Karang Anyar, Tambora, Griya Tipar, Cakung Barat, Pinus Elok B, Komarudin, Pinus Elok A, Jatinegara Kaum, Pondok Bambu, Cibesutt, Cibesel dan Pulo Gebang.
Hadir menyaksikan pertandingan ini dari kursi VVIP antara lain Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Tito Karnavian, Pangdam Jaya Meyjen TNI Tedy Lhaksamana, Sekda DKI Saefullah, Kadis Perumahan dan Gedung Pemda DKI Ika Lestari Adji dan Kadishubtrans DKI Andri Yansyah. (aws/fdn)












































Foto: Ayunda Savitri/detikcom