Warga yang memasang bendera setengah tiang itu adalah, Zulkarnain Kadir (50) seorang PNS Pemprov Riau. Dia memasang Sang Merah Putih berkibar setengah tiang di depan rumahnya, di Perum Pandau Permai, Kabupaten Kampar, yang berbatasan dengan Pekanbaru.
Pengibaran bendera setengah tiang itu sebagai bentuk protes terhadap pemerintah baik pusat dan daerah yang tak kunjung bisa menyelesaikan asap sejak tahun 1997 silam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Zulkadir yakin jutaan rakyat di Sumatera dan Kalimantan sangat cinta dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). "Kita justru balik bertanya, apakah NKRI sayang dengan rakyat Sumatera dan Kalimantan? Ini kita balik bertanya," kata Zulkadir.
Zulkadir merasa prihantin dengan kondisi asap yang ada di Riau yang tak kunjung hilang selama 3 bulan ini. Kesehatan warga terancam dan bahkan ada yang meninggal karena terlalu lama menghirup asap. Bukan hanya itu, di sektor bisnis, pendidikan semuanya lumpuh.
Baca juga: Begini Penampakan Murid di Riau yang Dipaksa Sekolah di Tengah Kepungan Asap
"Anak-anak kita sudah lebih 40 hari libur sekolah karena asap. Bandara kita juga tak bisa didarati pesawat, sekor bisnis juga ambruk baik perhotelan, bandara dan lainnya," kata mantan Sekretaris Dewan DPRD Riau itu.
Lantas sampai kapan bendera setengah tiang itu akan diturunkan? "Sampai asap ini benar-benar menghilang," tutup Zulkadir.
(cha/slm)











































