"Ada pertimbangan kenapa tidak ditetapkan sebagai bencana nasional. Tapi ini bukan bencana nasional lagi, ini bencana internasional," kata Alex di Istana Negara, Jl Veteran, Jakarta Pusat, Rabu (21/12/2015).
Dia membantah jika disebut belum melakukan antisipasi. Disebutkan Alex, provinsi Sumatera Selatan telah melakukan water bombing sejak 6 Juni 2015 dan modifikasi cuaca tiga hari kemudian.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita bersyukur di depan presiden saya ucapkan terima kasih. Kalau tak dibantu pemerintah pusat kami tak bisa menanggung itu semua. Selama ini kita ada anggaran tanggap darurat cuma kurang besar. Kami sendiri ada Rp 8,8 miliar. Yang terpakai habis. Itu kita besarkan tahun depan. Kita mintakan dari pusat dan APBD," sebut Alex.
Mengenai pelayanan kesehatan dijamin oleh dia akan buka 24 jam untuk masyarakat. Malahan dia menyatakan pelayanan kesehatan untuk masyarakat tak dipungut biaya.
Akan tetapi Alex meminta untuk tak serta merta menyebut korban jiwa di daerahnya adalah akibat kabut asap. "Bisa saja itu karena memang faktor kesehatan atau yang lainnya," tukasnya.
"Hati-hati menyebut korban jiwa. Karena saya sudah cek langsung ada keluarga yang bayinya meninggal karena riwayat kesehatannya dari dulu ada masalah. Diperparah? Iya. Kalau dia kena asap kenapa bayi-bayi sekitarnya tidak apa-apa? Jadi hati-hati," ucap Alex. (bag/elz)










































