Pekik 'Jangan Om' dan Tidur Siang Terakhir Dayu dan Yuel

Pekik 'Jangan Om' dan Tidur Siang Terakhir Dayu dan Yuel

Mei Amelia R - detikNews
Senin, 19 Okt 2015 12:22 WIB
Pekik Jangan Om dan Tidur Siang Terakhir Dayu dan Yuel
Tersangka pembunuh/Foto: Mei Amelia
Jakarta - Kamis (8/10) siang lalu, Dayu Priambarita (45) dan anak bungsunya Yuel Imanuel (5) sedang beristirahat di dalam kamar di rumahnya di Perumahan Aneka Elok, Penggilingan, Cakung, Jakarta Timur. Istirahat mereka itu menjadi istirahat terakhirnya di dunia, sebelum akhirnya keduanya dibunuh secara keji oleh Heri Kurniawan (39).

Beberapa jam sebelum dibunuh, Dayu pada pagi harinya mengantar Yuel ke Taman Kanak-Kanak (TK) yang tidak jauh dari kediamannya. Saat anaknya belajar di TK, Dayu kembali pulang ke rumahnya.

Dayu kemudian keluar rumah lagi dan menjemput Yuel di TK. Keduanya berjalan ke rumahnya sambil bergandengan tangan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mungkin tidak ada firasat apa-apa sebelum keduanya ditemui 'tamu tak diundang'. Setelah makan siang, keduanya kemudian beristirahat di dalam kamar.

Ketenangan di rumah pengusaha kayu itu tiba-tiba digaduhkan dengan kedatangan Heri yang sudah menyelipkan pisau dapur yang diselipkan di celana. Istri dari Heno itu pun spontan berteriak ketakutan. "Maling...maling" begitu teriakannya.

Teriakan Dayu membuat Heri panik dan gelap mata. Pisau yang diselipkan itu dikeluarkan dan digenggamnya dengan erat. Heri kemudian mendorong pintu kamar tidur yang ditahan tubuh Dayu.

Apa daya, Dayu tidak kuasa menahan serangan seorang pria yang lebih kuasa darinya. Dayu pun terhempas ke atas tempat tidur. Lalu Heri menghujamkan pisau tersebut ke sekujur tubuh Dayu dengan membabi buta.

Yuel yang menyaksikan peristiwa tragis itu pun menangis histeris dan berteriak sekuat tenaga. Bocah kecil itu berusaha melindungi ibunya dari kekalapan Heri. Sambil memegangi kaki Heri, si kecil Yuel meminta agar ibunya tidak disakiti.

"Mama...mama...jangan om..jangan," pinta Yuel ditirukan Heri.

Namun, permintaan bocah malang itu tidak digubris. Heri malah kian membabi buta dengan menusukkan pisau ke leher Yuel. Yuel pun tergelepar seketika dan bersimbah darah, menyusul ibunya yang sudah sekarat akibat pendarahan di sekujur tubuhnya.

"Saya panik saat itu," Heri menjelaskan mengapa sampai tega membunuh Dayu dan bocah kecilnya.

Mengetahui kedua korban sudah bersimbah darah, Heri langsung mencuci pisau dan kakinya yang berlumur darah di kamar mandi korban. Saat itu, Heri sudah tidak lagi berpikiran untuk menggeledah isi ruangan di rumah tersebut dan hanya mengambil sebuah handphone merek HTC milik korban yang sedang dicas di dalam kamar tersebut.

Dan Heri pun melarikan diri sebelum akhirnya ditangkap tim gabungan yang dikoordinatori Dirkrimmum Polda Metro Kombes Krishna Murti dan Kapolres Jaktim Kombes Umar Faroq, serta Kasatgas AKBP Eko Hadi Santoso (Kasubdit Resmob Polda Metro) dan 2 ketua tim lapangan Kompol Handik Zusen dan Kompol Teuku Arsya serta Kapolsek Cakung Kompol Armunanto Hutahaen. Residivis kasus narkoba itu dibekuk saat sedang 'fly' di Jl Raya Bekasi KM 21 Pulogadung, Cakung, Jakarta Timur pada Kamis, 15 Oktober 2015 lalu.

(mei/faj)


Berita Terkait