Sejumlah kendaraan yang diserang itu beberapa diantaranya terparkir di parkiran Polda Metro Jaya. Ada mobil jeep, bus Primajasa, dan mobil Avanza yang terparkir. Atas kejadian penyerangan itu, siang ini sopir bus Primajasa Rute Bandara Soekarno Hatta-Bandung, Dodon (55) melaporkan kejadian semalam ke Polda.
"Saya lagi bawa bus dari Bandung ke Soekarno-Hatta, tiba-tiba ada yang melempar sekitar jam 1.30 malam itu," ujar Dondon, sopir bus Primajasa yang ditemui di Mapolda Metro Jaya, Gatot Subroto, Sabtu (17/10/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saat kejadian sudah ada terdengar Allahu Akbar. Ada dua kali pelemparan yang satu retak, saat pelemparan berikutnya langsung pecah, lemparan pertama sudah goyang-goyang kacanya. Kemudian kaca yang satu lagi langsung pecah dan batu langsung mengenai penumpang," ungkap Dede, kenek bus.
Ketika kejadian berlangsung, sopir bus tidak menghentikan laju kendaraannya. Penumpang yang terkena lemparan batu itu baru diobati ketika bus sampai di Bandara Soekarno-Hatta.
"Saya lanjut saja terus-terusan, karena kalau saya berhenti makin hancur, makanya ketika sudah ada yang kena penumpang satu. Sudah berdarah nah disitu panik saya. Yang terkena cowok, suami isteri tapi yang kena suaminya," ujar Dondon.
Dari aksi pelemparan batu yang mengenai salah satu penumpang, sopir bus itu mengantongi batu bata sebagai salah satu barang bukti. Heri, yang menjadi korban pelemparan terkena luka di kepalanya.
"Korbannya Pak Heri dibawa ke klinik di bandara usia 38 langsung mengejar pesawat ke Palu. Dia korban langsung diobati dan diperban setelah itu dia kejar waktu langsung berangkat ke Palu," kata Dondon.
Aksi pelemparan batu itu berlangsung pada tengah malam di mana kondisi jalanan sangat sepi. Kejadian tersebut bertepatan di kilometer ke 7 -10 tol dalam kota atau dekat Pancoran.
Sopir bus tidak sempat mengenali pelaku, akan tetapi ia melihat bahwa kelompok tersebut berjumlah sekitar 20 hingga 30 orang. Ketika bus sampai di bandara, Kasi Operasional Bus Primajasa langsung mendapat instruksi untuk melapor ke Polda terkait aksi pelemparan batu. Ada instruksi dari bandara, untuk melapor ke Polda karena ada tim khusus untuk menangani ini.
"Bus ini berpelat B semua, cuma ada tulisan Bandung-Soetta nah karena Bandungnya itu mungkin diserang," imbuh Dondon.
Belum ada indikasi siapa yang menjadi dalang di balik penyerangan ini. Dondon mengatakan atas instruksi Polda ia akan membuat surat kuasa terlebih dahulu.
"Belum dijelaskan sampai situ (pelaku). Respon dari polda ya nanti harus diurus dulu. Ini saya kan harus membuat surat kuasa dulu," ujar Dondon.
Terdapat 3 bus Primajasa lainnya yang terkena lemparan batu oleh massa yang tak dikenal. Namun, kejadian itu berlangsung di tempat yang berbeda.
"Ada sih cuma gak pecah (bis lain), cuma bodynya aja kalau bus Primajasa Rambutan-Merak ada di Cililitan. Terus yang satunya di Cililitan. Jadi ada tiga yang terkena lemparan batu di hari yang sama cuman jaraknya beda," tambah Dondon. (ega/ega)











































