Antrean Panjang dan Lahapnya Orang Jerman Menikmati Makanan Indonesia

Laporan dari Frankfurt Book Fair 2015

Antrean Panjang dan Lahapnya Orang Jerman Menikmati Makanan Indonesia

Rachmadin Ismail - detikNews
Sabtu, 17 Okt 2015 14:38 WIB
Antrean Panjang dan Lahapnya Orang Jerman Menikmati Makanan Indonesia
Foto: Komite Nasional, Indonesia sebagai Tamu Kehormatan pada Frankfurt Book Fair 2015
Frankfurt - Kuliner khas Indonesia bertebaran di arena Frankfurt Book Fair 2015. Mulai dari jajanan kaki lima yang dijual di tempat umum, kantin sampai arena cooking class, semua dipadati pengunjung yang penasaran dengan berbagai makanan.

Salah satu yang cukup menarik adalah jajanan kaki lima nasi goreng dan sate di kawasan Roemerberg, Frankfurt, Jerman. Solihin, salah seorang anggota tim dari chef Ragil berjualan nasi goreng di area publik yang indah di kawasan tersebut.
Penjual nasi goreng di kawasan Roemerberg (Rachmadin/detikcom)

Menggunakan gerobak khas Indonesia, namun dengan sentuhan modern dan logo tim kuliner Indonesia 'Spice it Up!', Solihin berjualan di tengah dinginnya cuaca didampingi rekannya yang juga WNI dan bekerja di restoran di Jerman. Dengan ramah, Solihin melayani satu per satu pembeli yang datang. Dia menjual nasi goreng dengan harga 5 euro per porsi.

Aroma khas bumbu nasi goreng yang sedang dimasak Solihin kemudian menarik perhatian Brigitte Ross, seorang warga Jerman yang juga anggota parlemen setempat. Tanpa pikir panjang dia langsung menyampaikan pesanan," jangan pedas!".
Brigitte memuji nasi goreng yang dibuat Solihin (Rachmadin/detikcom)


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Setelah mencicipi nasi goreng tersebut, Brigitte mengeluarkan pujian. Di tengah dinginnya cuaca, dia menyebut makanan yang dibuat Solihin sangat menggugah selera. Padahal ini baru pertama kalinya dia mencoba makanan asal Indonesia.

"Saya tidak pernah makan makanan Indonesia sebelumnya. Ini sangat enak. Apalagi sekarang dingin dan makanannya sangat hangat. Saya suka perpaduannya (acar, telur dan bumbu nasi goreng)," terangnya.

Dengan adanya makanan tersebut, Brigitte mengaku semakin penasaran dengan Indonesia. Bahkan dia mulai merencanakan rencana kunjungan ke beberapa tempat di Tanah Air.

Menurut Solihin, respons publik Jerman terhadap makanan Indonesia yang dijualnya memang sangat luar biasa. Ada yang penasaran dan makan nasi goreng untuk pertama kalinya, ada juga yang pernah ke Indonesia lalu kangen dengan rasanya.
Antusiasme publik Jerman terhadap kuliner Indonesia sangat tinggi (Rachmadin/detikcom)


"Ada yang udah ngeri duluan karena takut pedas. Padahal enggak," ceritanya.

Apakah ada perbedaan bumbu nasi goreng yang dijual di Jerman dengan Indonesia aslinya? Solihin menyebut, dia tak menambahkan penyedap rasa di dalamnya dan memberikan ekstra terasi di bumbu raciknya. Hal itu disesuaikan dengan 'perut' orang Jerman.

Selain nasi goreng, ada juga jajanan sate yang letaknya masih di sekitar kawasan Roemerberg. Sama dengan nasi goreng, jajanan itu pun laku diserbu publik Jerman.

Kuliner di Area Book Fair

Di dalam area book fair, makanan khas Indonesia tak kalah menarik. Misalnya ada kantin khas Indonesia di bawah paviliun tamu kehormatan. Di sana, dijual gado-gado sampai ayam rica-rica. Setiap hari, antreannya mengular sampai jauh.
Penampakan antrean warga yang penasaran mencicipi kuliner khas Indonesia (Rachmadin/detikcom)

Di Show Kitchen Frankfurt Book Fair 2015, jajanan khas kaki lima pengunjung Indonesia juga diserbu pengunjung. Makanan yang diolah oleh chef Petty Elliot. Dalam waktu satu jam, penulis buku "Jakarta Bites" ini mampu meracik lima menu Jakarta street-food menjadi kuliner 'gourmet' berselera.

Nyaris setiap kali usai meracik makanan, para pengunjung langsung mengerumuni panggung. Kuliner yang disajikan koki yang pernah mengikuti kompetisi memasak BBC ini, berupa Gado- gado, Rujak Buah, Semur, Ayam Goreng hingga menu pencuci mulut: Bubur Sumsum.
Suasana di dalam lokasi (Foto: Komite Nasional, Indonesia sebagai Tamu Kehormatan pada Frankfurt Book Fair 2015)

Di antara semua menu, "panacotta" ala Indonesia alias Bubur Sumsum paling menarik perhatian pengunjung.

Hendrikje Borschke, pengunjung asal Belanda juga terkesan dengan keragaman kuliner Indonesia. "Saya suka cita rasa dan kesegaran aneka street-food dari Indonesia, dan semakin yakin untuk berkunjung langsung akhir tahun nanti" ujarnya.
Pengunjung tengah melihat daftar menu untuk mencicipi kuliner Indonesia (Rachmadin/detikcom)

Tak hanya memperlihatkan cara memasak, Chef Petty Elliot juga mengajak pengunjung membaui langsung aneka bumbu Indonesia. Menurutnya 'kitchen show' sebagai cara untuk mengajak penonton mengalami langsung budaya kuliner Indonesia. (mad/hri)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads