"Persoalan representasi (PAN di kabinet) segera atau tidak sepenuhnya kewenangan Presiden, PDIP tidak mencampuri hal tersebut. Reshuffle pertama juga kami tak campuri nama-nama yang masuk, kita nggak pernah membahas itu," ucap Sekjen PDIP Hasto Kristyanto usai pertemuan dengan Menkopolhukam dan ketum Parpol di Hotel Borobudir, Jakarta, Jumat (15/10/2015).
Hasto mengatakan, sikap PAN yang mendukung pemerintah memang memberikan kekuatan politik baru bagi pemerintah Jokowi-JK terutama di parlemen. Soal dukungan itu dikompensasikan dengan kursi menteri, Hasto mengaku tak tahu.
"Persoalan melembagakan tentu saja dalam sistem presidential akan berjalan efektif apabila pemerintah dapat dukungan mayoritas dari DPR dan secara logika politik dirasakan kebenarannnya. Tapi keputusan itu berada di tangan Presiden. PDIP tak campur tangan terhadap hal tersebut," paparnya.
Hasto menegaskan, hal terpenting dari dukungan PAN ke kabinet adalah konsolidasi pemerintah bersama DPR untuk mensukseskan program Jokowi-JK. PDIP sendiri tak khawatir soal posisi menterinya di kabinet.
"Dari dulu PDIP berpikir untuk bangsa dan negara. Selama itu memberikan kemanfaatan bagi konsolidasi pemerintahan baik di jajaran internal pemerintahan maupun juga DPR, dan mempercepat program pembangunan yang menjadi komitmen Bapak Jokowi-JK tentu PDIP akan memberikan dukungan," ucap Hasto. (miq/van)











































