Pesawat Tanker Air Lockheed L100 atau biasa disebut Thor ini berkapasitas 15 ribu liter air. Pesawat ini akan menyemprotkan air ke titik-titik yang masih terbakar.
Agar pergerakannnya efektif, sebelum pesawat Thor diterbangkan, Australia terlebih dahulu menerbangkan pesawat kecil mereka yang disebut sebagai spotter.
![]() |
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Spotter ini akan menentukan posisi (titik api) secara akurat. Spotter itulah yang akan memandu pesawat ini," ujar Manager Emergency Management Response and Coordination Australia, Ben Millington di kantor BPBD Sumatera Selatan, Palembang, Sumsel, Kamis (15/10/2015).
Hal itu dikatakan Millington saat menjelaskan kinerja pesawat kepada Kepala BNPB Willem Rampangilei. Kemudian setelah dipastikan titik kebakaran akurat, pesawat Thor langsung diterbangkan menuju lokasi.
![]() |
Tim lainnya bertugas mengisi air ke dalam 2 kantung besar berwarna oranye. Nantinya saat pesawat tiba, air tersebut langsung dialirkan ke tanki pesawat untuk kemudian dilakukan memadamkan api.
"Begitu pesawat landing, langsung diisi tanki hanya memerlukan waktu 12 menit," tuturnya.
Namun pergerakan pesawat tersebut sangat tergantung dengan ketebalan asap, yang mempengaruhi jarak pandang. Jika jarak pandang terbatas, pesawat tak akan mampu beroperasi.
"Kalau kita lihat dari perspektif penerbangan, pesawat biasanya jam terbangnya sampai 7 jam per hari. Ini tidak pernah dicapai karena jarak terbatas, mereka biasanya 3-4 (jam)," ujar Willem menambahkan.
Willem mengakui, upaya pemadaman dengan water boombing cukup efektif untuk memadamkan api di permukaan. Namun demikian, pihaknya harus terus memantau karena api sangat mungkin muncul kembali, mengingat lahan yang terbakar adalah lahan gambut.
(kff/ega)













































