Memperkuat Hubungan Indonesia-Armenia

Laporan dari Yerevan

Memperkuat Hubungan Indonesia-Armenia

Arifin Asydhad - detikNews
Selasa, 13 Okt 2015 07:53 WIB
Memperkuat Hubungan Indonesia-Armenia
Irman Gusman saat menulis buku tamu seusai pertemuan dengan DPR Armenia (Foto: Arifin Asydhad/detikcom)
Yerevan - Republik Armenia merupakan salah satu negara bekas Uni Soviet di Eropa Timur yang sangat antusias berteman dengan Indonesia. Adalah Ketua DPD Irman Gusman yang mengawali kunjungan tingkat tinggi (high level) di negara ini. Armenia merasa senang bisa melakukan hubungan diplomatik dengan Indonesia dan siap memperkuat hubungan bilateral dengan Indonesia.

Irman memenuhi undangan Pemerintah Armenia untuk datang ke Kota Yerevan, ibukota Armenia, tanggal 11-13 Oktober 2015, bertepatan dengan HUT kota ini ke-2797 tahun. Bersama sejumlah anggota DPD: Farouk Muhammad (wakil ketua DPD), Gede Pasek Suardika (senator Bali), Bambang Sadono (senator Jawa Tengah), Antung Fatmawati (senator Kalimantan Selatan), Siska Marleni (senator Sumatera Selatan), dan Andi Surya (senator Lampung), Irman Gusman melakukan pertemuan dengan para penentu kebijakan di Armenia.

Senin (12/10/2015), rombongan DPD memiliki jadwal yang sangat padat. Antara lainIrman memimpin delegasi bertemu pimpinan DPR yang dipimpin ketuanya Galust Sakhayan, bertemu Menteri Luar Negeri Armenia Edward Nalbandian, dan bertemu Presiden Armenia Serzh Sargsyan. Ikut mendampingi dalam pertemuan ini adalah Dubes RI untuk Ukraina, Georgia dan Armenia, Niniek N Karyati. Dari berbagai pertemuan itu, pemerintah Armenia sangat terlihat ingin lebih dekat dengan Indonesia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Suasana pertemuan antara DPD dengan Parlemen Armenia (Foto: Arifin Asydhad/detikcom)
Ketua DPR Armenia Galust Sakhayan berharap hubungan Armenia dan Indonesia bisa lebih dekat. Dia mengusulkan salah satunya memperkuat hubungan kerjasama yang lebih erat di tingkat parlemen. Dia juga memaparkan bahwa Armenia - yang memiliki populasi sekitar 3 juta penduduk - memiliki sektor menarik yang bisa dikerjasamakan lebih erat, antara lain di bidang ekonomi dan pariwisata.

Galust juga menyampaikan bahwa saat ini Armenia sedang melakukan reformasi kelembagaan (institutional reform) dan memperkuat demokrasi, termasuk dalam kebebasan pers. "Saya berharap pertemuan ini akan diikuti dengan pertemuan-pertemuan selanjutnya untuk memperkuat kerjasama dua negara demi kesejahteraan masyarakat kedua negara," harap Galust yang membawa serta pimpinan DPR lainnya dan juga para anggota DPR yang sekaligus pemimpin parpol dalam pertemuan ini.

Gedung parlemen Armenia yang megah (Foto: Arifin Asydhad/detikcom)


Dalam pertemuan dengan DPD di ruang Meeting Hall, Galust juga menyinggung soal konflik Nagono Karabakh dan kasus genosida yang terjadi pada era Perang Dunia I. Armenia meminta dukungan Indonesia dalam penyelesaian masalah yang memang sudah menjadi perhatian PBB ini. Galust mengatakan bahwa kasus Nagono Karabakh, yang merupakan konflik perbatasan dengan Azerbaijan, bukanlah konflik agama.

Sementara itu Irman Gusman dalam pidatonya menyampaikan informasi perkembangan Indonesia yang semakin baik. Sejak Reformasi 1998, Indonesia mengalami perubahan tatanan demokrasi yang lebih baik dan melakukan desentralisasi. Parlemen yang dulu satu kamar, juga telah diubah menjadi dua kamar, sehingga lebih demokratis dan lebih memperkuat peran daerah. Dengan melakukan banyak reformasi, saat ini Indonesia termasuk salah satu negara demokrasi terbesar di dunia.

Di bidang ekonomi, lanjut Irman, Indonesia sangat strategis untuk dijadikan mitra. Indonesia menjadi negara ekonomi terbesar ke-16 dan memiliki pertumbuhan ekonomi terbesar di Asia Tenggara. Indonesia juga menjadi anggota G20 dan berperan besar dalam komunitas Asean. "Indonesia terbuka bekerja sama dengan negara mana pun," kata Irman.

Hubungan luar negeri yang dianut Indonesia adalah bebas-aktif. Karena itu, kata Irman, Indonesia mendukung upaya-upaya negara-negara di dunia, termasuk Armenia, yang ingin menyelesaikan konflik yang terjadi dengan negara lain dengan cara-cara diplomasi dan jalan damai.

Irman juga mendukung upaya Armenia dalam melakukan reformasi kelembagaan dan meningkatkan hak-hak demokrasi dan berharap semua keinginan itu bisa dilakukan Armenia dengan baik. Irman juga menyambut baik dibentuknya 'Parliament Friendship Group' untuk mengawali kerjasama di bidang parlemen.

Usai pertemuan, Galust dan Irman melakukan penanaman pohon di kebun gedung Parlemen. Para anggota DPD juga turut serta dalam penanaman pohon ini. Di kebun ini, sudah berjejer pohon-pohon yang ditanam para tamu penting dari belahan dunia yang datang ke DPR Armenia sebelumnya.

Penanaman pohon bersama (Foto: Arifin Asydhad/detikcom)


HUT ke-70 Kemerdekaan RI

Bertepatan dengan kunjungan Ketua DPD dan rombongan, KBRI juga menggelar acara peringatan HUT ke-70 Kemerdekaan RI. "Kami memang ingin menggelar acara ini di bulan Oktober dan kali ini kami lakukan di Armenia. Peringatan ini baru kali ini dilakukan di Armenia, setelah tahun lalu kami lakukan di Georgia," kata Dubes RI Niniek N Karyati.

Potong tumpeng resepsi HUT ke70 RI yang dilakukan Dubes Niniek, disaksikan Galust dan Irman (Foto: Arifin Asydhad/detikcom)


Menurut Niniek, keberadaan negara-negara Eropa Timur sangat menarik untuk diseriusi pemerintah Indonesia dalam menjalin mitra dunia. Selama ini, negara-negara Timur hanya melakukan pendekatan ke negara-negara Eropa. Karena itu, dalam berbagai pertemuan bilateral, Niniek selalu meminta agar Ukraina, Georgia dan Armenia untuk melihat ke Asia.

"Saat ini, beberapa pengusaha Indonesia sudah mulai menanamkan investasi di Ukraina. Ini pasti nanti bisa dimanfaatkan juga untuk kepentingan Indonesia," kata dia. Niniek mengapresiasi kehadiran Ketua DPD Irman Gusman yang datang ke Armenia dan berharap akan ditindaklanjuti dengan pertemuan-pertemuan lainnya untuk merealisasikan hubungan persahabatan dan hubungan bilateral kedua negara dengan lebih erat.

Para tamu yang hadir dan hidangan yang disajikan (Foto: Arifin Asydhad/detikcom)
Resepsi HUT ke-70 RI yang digelar di Hotel Hyatt Palace yang terletak di jantung kota Yerevan, berlangsung dengan hangat dan penuh persahabatan. Hadir dalam acara ini Galust Sakhayan dan rombongan DPR Armenia. Juga hadir beberapa WNI yang tinggal di Ukraina dan para tamu dan sahabat dari Armenia. Acara diisi dengan pidato dari Dubes Niniek, Irman Gusman dan Galust, yang dilakukan dengan pemotongan tumpeng. Acara diakhiri dengan makan malam dan persembahan musik angklung yang dimainkan para staf KBRI.

Musik angklung yang dimainkan staf KBRI (Foto: Arifin Asydhad/detikcom)
(asy/imk)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads