Ini Deretan Bantuan Asing untuk Atasi Kebakaran Lahan

Ini Deretan Bantuan Asing untuk Atasi Kebakaran Lahan

Elza Astari Retaduari - detikNews
Senin, 12 Okt 2015 13:54 WIB
Ini Deretan Bantuan Asing untuk Atasi Kebakaran Lahan
Foto: Istimewa/AFP
Jakarta - Sejumlah negara memberikan bantuan kepada Indonesia untuk mengatasi kebakaran hutan dan lahan. Mulai dari Malaysia hingga Jepang.

Menteri Luar Negeri Retno Lestari Priansari Marsudi menjelaskan, bantuan yang diberikan asing bukan hanya pesawat untuk water bombing. Namun juga beberapa hal lainnya. Malaysia mengirimkan 1 pesawat jenis bombardir 415 MP dengan kapasitas 6.000 liter.

"Pesawat Singapura Chinook dengan yang dapat mengangkut 5 ribu liter air. Australia juga akan kirimkan pesawat Hercules dengan kapasitas 15 ribu liter. Tim sudah berada di lapangan untuk mempersiapkan. Pesawat akan tiba besok," ungkap Retno.

Hal tersebut disampaikannya dalam jumpa pers di kantor Kemenkopolhukam, Jl Medan Merdeka Barat, Jakpus, Senin (12/10/2015). Pemerintah Jepang juga akan memberi bantuan meski bukan pesawat untuk water bombing.

"Pemerintah Jepang akan berikan bantuan chemical substance untuk mmempercepat pemadaman, beserta expert untuk penggunaan itu. Para ahli ini berkoordinasi dengan gubernur," kata Retno.

"Dengan Rusia rencananya akan ada (bantuan) dua pesawat amfibi BE-200 yang bisa angkut 12 ribu liter. Lalu saat ini sedang dibahas dengan Thailand dan China untuk kerja sama yang akan diperlukan," sambungnya.

Kerja sama dengan berbagai negara ini, lanjut Retno, disesuaikan dengan kebutuhan Indonesia. Namun tim dari Kemenlu siaga 24 jam untuk proses-proses yang diperlukan.

"Begitu sudah ok clearance, dapat sesegera mungkin. Mengenai bantuan sampai kapan, sesuai kebutuhan di lapangan. Dari waktu ke waktu akan terus dilihat sampai sejauh mana," jelas Retno.

Sementara itu Menko Polhukam Luhut B Pandjaitan menyatakan, selain bantuan dari pihak pemerintah Rusia, ada perusahan dari negara tersebut yang juga menawarkan bantuan. Namun ini sifatnya komersial atau harus membayar.

"Memang ada tawaran komersial dari Rusia, tapi kita pelajari dulu bagaimana nanti prosesnya," terang Luhut dalam kesempatan yang sama.

Bantuan dari negara-negara ini menurutnya akan berlangsung masing-masing selama 2 minggu. Meski tidak akan menyelesaikan permasalahan kebakaran hutan dan lahan, disebut Luhut bantuan ini akan banyak membantu.

"Saya nggak yakin 2 minggu selesai tapi akan berkuranng signifikan. Dengan adanya pesawat-pesawat (bantuan) ini kita harapkan bisa kurangi kebakaran dalam beberapa hari ini. Tapi kalau selesai secara totaly perlu ada hujan terus menerus selama 2 minggu," tukas Luhut.

Dengan adanya bantuan asing, apakah ini menunjukkan Indonesia tidak mampu menyelesaikan permasalahan kebakaran hutan dan lahan?

"Sebenarnya bukan nggak mampu, tapi kita ingin mempercepat. Karena dampak el nino ini memang sedemikian parahnya," tutupnya.

Turut hadir dalam jumpa pers ini Menkes Nila Moeloek, Menteri LHK Siti Nurbaya, dan Kapolri Jenderal Badrodin Haiti. Serta perwakilan Panglima TNI yakni Kasum TNI Marsekal Madya Dede Rusamsi dan Wakil Kepala BNPB Tri Budiarto. (elz/mok)


Berita Terkait