Tiga gedung tersebut jadi prioritas dan mendesak untuk dibangun lantaran jumlah pasien yang datang berobat tak sebanding dengan ruangan yang ada. Selain itu, lokasi desa yang berjauhan dengan pusat kota menjadikan RSNU sebagai alternative singgahan pelayanan kesehatan di sektor selatan Banyuwangi.
"Jumlah pasien yang datang lebih banyak dibanding ruangan yang ada. Jika ini tidak kami antisipasi, maka pasien yang berkunjung akan merasa kurang nyaman. Karena itu dibangunlah tiga gedung ini yang bertujuan untuk menambah fasilitas yang sudah ada dan memperbaiki layanan kami pada masyarakat," beber Direktur RSN, dr. Ika Rahayu Susanti, Sabtu (10/10/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Anas cukup memberikan apresiasi pada progress pertumbuhan RSNU cukup baik. Lantaran saat awal kondisi RSNU serba terbatas, baik fasilitas serta dokter yang jumlahnya kurang. Untuk kebutuhan akan dokter, secara bertahap juga akan dipenuhi oleh pemkab. Pasalnya Pemkab telah membuat kesepakatan dengan UNAIR untuk memenuhi tenaga spesialis di rumah sakit – rumah sakit yang ada di Banyuwangi.
"Dalam waktu dekat UNAIR akan menambah satu fakultas lagi, yaitu Fakultas Kedokteran, sehingga ke depan kita tidak perlu bingung lagi untuk mencari tenaga dokter," tandas Anas. (jor/jor)











































