Garis polisi menghiasi lokasi menuju bedeng yang mayoritas terbuat dari seng dan bambu-bambu. Pintu kayu dan warung Agus tertutup rapat. Ada meja warung panjang dan kursi plastik di sekitar bedeng.
![]() |
Bedeng ini lokasinya juga dekat lapangan sepak bola yang cukup gersang. "Dibangun sekitar 7 hingga 8 bulan lalu. Itu tanah milik Pemda," kata Ketua RT 06 RW 07, Misan, Sabtu (10/10/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
![]() |
Menurut dia, bedeng Agus biasanya dijadikan tempat nongkrong para pemuda. Namun, lokasi itu kini sepi sejak peristiwa pembunuhan bocah dalam kardus mencuat. "Biasanya tempat nongkrong. Kalau malam sukanya mereka nongkrong gelap-gelapan. Saya saja takut kalau lewat situ," ujar seorang ibu.
Warga sekitar masih berdatangan sekadar melihat-lihat bedeng Agus. "Setahu saya bedeng itu sudah lama hampir satu tahun juga. Tempat jualan sih. Tapi kalau malam selalu gelap. Suka banyak orang-orang yang nongkrong," cerita Hendrik warga sekitar.
![]() |
Agus merupakan pimpinan kelompok Boel Tacos. Residivis ini bolak balik keluar bui karena kasus narkoba. Pria yang disebut-sebut tengahย tidak harmonis dengan istrinya itu kini berstatus tersangka kasus pencabulan anak di bawah umur dengan korban berinisial T (15).
(aan/ndr)














































