"Tadi pagi saya mengantar anak ke sekolah, karena asap sudah tipis tidak seburuk hari-hari sebelumnya. Tapi sampai di sekolah ternyata masih libur," kata Susiana (31) yang anaknya masih duduk di bangku SD itu kepada detikcom, Jumat (9/10/2015).
Sejumlah sekolah lainnya juga masih diliburkan baik tingkat SMP dan SMA. Walau demikian, instruksi Dinas Pendidikan Provinsi yang hanya mengaktifkan sekolah pada Senin dan Kamis, tidak semua sekolah mematuhinya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Buktinya hari ini, sejumlah murid di sekolah swasta tetap masuk seperti biasa. Sebenarnya banyak orang tua murid yang mengharapkan pihak sekolah swasta di Pekanbaru mematuhi instruksi Dinas Pendidikan Provinsi Riau.
"Anak saya walau asap pekat selama ini tetap dipaksa masuk oleh pihak sekolahnya. Paling liburnya selama ini hanya 7 hari saja sejak kabut asap," cerita Bagus (35) yang anaknya di SMP swasta di Pekanbaru.
Masih menurut Bagus, pihak sekolah anaknya menetapkan libur berdasarkan keputusan sekolah, bukan Dinas Pendidikan Provinsi Riau atau Diknas Pendidikan Pemkot Pekanbaru.
"Hari ini anak saya tetap bersekolah, tidak seperti sekolah negeri yang tetap libur," tutur Bagus.
Sebagaimana diketahui, dalam sepakan ini Diknas Pendidikan Provinsi Riau membuat keputusan sekolah hanya dua kali dalam sepekan. Ini sehubungan Riau diselimuti asap tebal.
Baru dua hari belakangan ini saja, asap mulai menipis. Apalagi sejumlah wilayah Riau mulai turun hujan. (cha/try)











































