Meski Dikepung Asap, Anak-anak di Palembang Tetap Semangat Bersekolah

Meski Dikepung Asap, Anak-anak di Palembang Tetap Semangat Bersekolah

M Iqbal - detikNews
Jumat, 09 Okt 2015 07:38 WIB
Meski Dikepung Asap, Anak-anak di Palembang Tetap Semangat Bersekolah
Foto: M Iqbal/detikcom
Jakarta - Dua bulan sudah Kota Palembang dan beberapa daerah lain di Sumatera dan Kalimantan, menampilkan sisi kelamnya saat asap akibat hutan dan lahan yang dibakar mengepung kota. Bagaimana kondisinya pagi ini?

Pantauan detikcom Jumat (9/10/2015), dari lantai 11 sebuah bangunan di pusat Kota Palembang, tampak asap menyelimuti seluruh wilayah di Bumi Sriwijaya. Jarak pandangnya pagi ini hanya 500-1.000 meter.

Kepekatan kabut asap memang tak menentu, kadang sangat pekat dengan jarak pandang hanya 200 meter, kadang lebih baik. Begitu juga soal waktunya, pagi ini tampak lebih pekat dari sore kemarin.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di jalanan, seluruh warga tampak mengenakan masker dalam beraktivitas, hanya beberapa saja yang tak memakai. Udara sangat kentara dengan bau asap kebakaran. Pemda memang sudah menetapkan kondisi udara dalam status berbahaya.

Meski begitu, gerakan solidaritas dari berbagai elemen tetap berlangsung. Di banyak perempatan jalan misal, mahasiswa sejak pukul 06.30 WIB sudah sibuk membagikan masker secara sukarela kepada pengendara.

Memang tak seperti Pekanbaru, di Palembang anak-anak tetap bisa bersekolah. Dengan mengenakan masker, mereka bersemangat saat diantar orang tua menuju sekolah.

Beberapa anak SD yang tampak sedang bermain dan jajan di depan sekolah, bahkan tampak tak mengenakan masker. Mereka asyik berkelakar seolah tak ada yang perlu dikhawatirkan soal asap.

Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin, menyebut pemerintah sudah berupaya maksimal untuk memadamkan api dan menghilangkan asap hingga hari ini. namun bencana ini tak kunjung berlalu.

"Ada 5 ribu lebih tenaga di darat, tiga batalyon dari pusat dan sisanya Sumsel. Manggala Agni, Satpol PP, masyarakat setempat, bahu membahu berjuang memadamkan api, hilangkan asap," ujar Alex Noerdin di Griya Agung, Jl Demang Lebar Daun, Palembang, malam tadi.

"Saya berkali-kali mohon maaf kepada masyarakat Sumsel dan di luar Sumsel. Ini bukan kehedak kita, dan kita sudah lakukan semaksimal mungkin, bahkan Presiden sendiri langsung turun tangan," imbuhnya.

Lalu kapan bencana kabut asap ini akan berakhir? (bal/dnu)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads