Kasus Mayat Bocah dalam Kardus, KPAI: Rasa Aman Sudah Langka

Kasus Mayat Bocah dalam Kardus, KPAI: Rasa Aman Sudah Langka

Rina Atriana - detikNews
Minggu, 04 Okt 2015 09:14 WIB
Kasus Mayat Bocah dalam Kardus, KPAI: Rasa Aman Sudah Langka
Lokasi penemuan mayat bocah (Foto: Yudhistira Amran Saleh/detikcom)
Jakarta - Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Asrorun Ni'am Saleh meminta pelaku pembunuhan terhadap anak di dalam kardus dihukum seberat-beratnya. Ia menilai kekerasan terhadap anak di Indonesia saat ini semakin memprihatinkan.

"Kejadian tragis di Kalideres telah menunjukan di depan mata kita betapa rasa aman telah langka. Sebetulnya sesuatu yang biasa anak 9 tahun pergi ke sekolah sendiri. Jadi kita tidak bisa menyalahkan orang tua," jelas Niam saat menghadiri acara 'Anti Cyber Bullying' di GBK, Senayan, Jakarta, Minggu (4/10/2015).

Niam mengatakan, mekanisme kontrol masyarakat menjadi tugas bersama. Tugas negara salah satunya adalah dapat menjamin rasa aman bagi warganya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ketua KPAI Asrorun Ni'am Saleh


"Yang paling penting adalah kehadiran negara sebagai komitmen pemerintahan Jokowi dalam menjalankan program Nawa Cita. Ini adalah momentum bahwa fungsi negara adalah memberi rasa aman kepada masyarakatnya," jelas Niam.

Niam menambahkan, kasus di Kalideres bukan hanya terkait keamanan anak-anak di Jakarta, tapi di seluruh Indonesia. Ia pun meminta pihak kepolisian serius dalam menangani kasus ini.

"Kita harap prosesnya tidak berhenti," imbuhnya. (fdn/fdn)


Berita Terkait