Kenang Yongki, Polwan Cantik di Aceh Kampanye Lawan Perdagangan Satwa

Kenang Yongki, Polwan Cantik di Aceh Kampanye Lawan Perdagangan Satwa

Agus Setyadi - detikNews
Sabtu, 03 Okt 2015 14:23 WIB
Kenang Yongki, Polwan Cantik di Aceh Kampanye Lawan Perdagangan Satwa
Foto: Agus Setyadi
Banda Aceh - Puluhan aktivis dari berbagai komunitas dan Polisi Wanita (Polwan) Polda Aceh menggelar aksi menyerukan lawan perburuan dan perdagangan satwa dilindungi. Komunitas Pecinta Satwa memberi penghargaan untuk Yongki, gajah heroik yang dibunuh pemburu gading di Lampung.

Aksi yang digelar Komunitas pecinta satwa dilindungi yang tergabung dalam Global Marching for Elephant, Rhino and Tiger (GMFERT) ini berlangsung di Bundara Simpang Lima, Banda Aceh. Aksi ini serentak digelar di 112 kota di dunia untuk menyerukan perlindungan gajah, badak dan harimau. Dalam aksinya, mereka membawa poster, spanduk dan berbagai alat peraga lainnya.

Jika biasanya Polwan bertugas mengamankan pendemo, tapi hari ini mereka ikut sebagai peserta aksi. Sejumlah Polwan cantik ini ikut membawa spanduk dan memakai topeng harimau. Selain itu, puluhan siswa mulai dari SD sampai SMA ikut menyerukan lawan perburuan dan perdagangan satwa. Sejumlah anggota Dewan juga bergabung dalam aksi tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam aksi yang digelar pertama kalinya di Indonesia ini, peserta aksi memberikan penghargaan untuk gajah Yongki. Penghargaan tersebut berupa dua karya lukisan yang dilukis oleh dua remaja putri Indonesia.

Keduanya adalah Emira Bunga Ramadhan, siswa SMA di Jakarta yang membuat lukisan berjudul "thank you Yongki", dan Ayu Putri Meidina, mahasiswi di Banda Aceh dengan judul lukisan "Indonesia Bangga dengan Yongki". Rencananya, kedua lukisan tersebut akan dikirim ke resort Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) di Lampung sebagai kenang-kenangan.

"Lukisan ini menjadi kenang-kenangan bahwa pernah ada gajah bernama Yongki yang memiliki jasa besar untuk perlindungan hutan Sumatera," kata Koordinator GMFERT Indonesa, Cut Evrida Diana kepada wartawan, Sabtu (3/10/2015).

Menurutnya, pembunuhan Yongki menambah daftar panjang satwa-satwa yang mati karena perburuan dan perdagangan. Pembunuhan terhadap satwa dilindungi merupakan kejahatan serius di dunia.

"Dalam aksi ini kami menyerukan kepada Indonesia dan dunia internasional untuk mengakhiri perdagangan gading gajah, cula badak, tulang, kulit dan gigi harimau diseluruh dunia," ungkapnya. (mok/mok)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads