Kiprah Pramono Si Juru Lobi, Golkan UU Hingga Damaikan KIH-KMP

Kiprah Pramono Si Juru Lobi, Golkan UU Hingga Damaikan KIH-KMP

Erwin Dariyanto - detikNews
Jumat, 02 Okt 2015 14:42 WIB
Kiprah Pramono Si Juru Lobi, Golkan UU Hingga Damaikan KIH-KMP
Pramono Anung saat melobi petinggi KMP (Foto: Lamhot Aritonang/detikcom)
Jakarta - Pilihan Presiden Joko Widodo untuk mengangkat politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Pramono Anung sebagai Sekretaris Kabinet mulai membuahkan hasil. Salah satunya adalah hubungan Istana dengan politikus di Dewan Perwakilan Rakyat yang tak lagi gaduh.

Sejak diangkat sebagai Sekretaris Kabinet, Pramono Anung mulai memainkan peran sebagai juru lobi. Terakhir pada Kamis (1/10) kemarin, Pramono menemui Ketua DPR Setya Novanto di kompleks parlemen, Senayan.

Mereka membahas tersendatnya pembahasan sejumlah pembahasan Undang-Undang antara Pemerintah dan DPR. Menurut Pramono ada sejumlah RUU yang akan diselesaikan secara bersama-sama antara Pemerintah dan DPR.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT



Sebelum menjadi Seskab, Pramono memang sering dijagokan sebagai juru lobi oleh PDI Perjuangan. Partai moncong putih itu memang 'kedodoran' menghadapi lawan politiknya setelah sejumlah juru lobi andalan mereka seperti Soetardjo Soerjogoritno (Mbah Tardjo), dan Taufiq Kiemas meninggal dunia.

Hal itu terlihat pasca Pemilihan Umum 2014. PDI Perjuangan sebagai peraih suara dan kursi terbanyak gagal merebut kursi pimpinan DPR. PDIP yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Hebat kalah dari Koalisi Merah Putih yang dipelopori Partai Gerindra dan Golkar.

Tak mau kian menderita kekalahan, PDIP merapatkan barisan di bawah komando sang Ketua Umum Megawati Soekarnoputri. Pramono pun diandalkan sebagai juru lobi.

Pramono yang saat itu masih menjadi anggota DPR mulai memerankan peran dominan melobi saat perebutan pimpinan alat kelengkapan dewan, hingga pembahasan sejumlah rancangan undang-undang. Pramono tak segan menemui pimpinan DPR yang berasal dari kubu KMP untuk melobi. Pertemuan tak hanya di gedung dewan, namun juga di tempat lain.

Lobi Pramono membuahkan hasil. PDIP bersama KIH berhasil melobi KMP agar mau merevisi Undang-undang tentang MPR, DPR, DPRD dan DPD (UU MD3). Revisi UU MD3 membuat KIH bisa menempatkan kadernya di kursi pimpinan alat kelengkapan DPR.



Peran Pramono yang menonjol lainnya adalah saat mendamaikan KIH dengan KMP. Dia aktif melobi petinggi KMP seperti Ketua Umum Partai Amanat Nasional waktu itu Hatta Rajasa, Sekretaris Jenderal Partai Golkar Idrus Marham. KIH dan KMP pun berdamai.

Kiprah Pramono sebagai juru lobi sempat mendapat pujian dari Hatta Rajasa. "Orang tidak tahu pembahasan di rumah saya terus terusan. Saya mengambil inisiatif luar biasa bersama Pramono Anung. Apapun juga harus ada titik temu. Harus ada katakan lah hal yang kami bahas bersama. Bagaimana KIH ikut kedalam dan KMP membuka ruang itu. Saya sibuk sekali terutama sibuk saya seperti ini. Tapi jarang saya mau berkomentar menahan diri supaya tidak menimbulkan distorsi," kata Hatta, Rabu, 12 November 2014 lalu.

Kini Pramono diangkat menjadi Sekretaris Kabinet. Dia menjadi salah satu juru lobi Istana.

(erd/tor)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini