Sampah di TPS Liar Cinere Kerap Terbakar, Membahayakan Lingkungan

TPS Liar Cinere

Sampah di TPS Liar Cinere Kerap Terbakar, Membahayakan Lingkungan

Aditya Fajar Indrawan - detikNews
Jumat, 02 Okt 2015 10:23 WIB
Sampah di TPS Liar Cinere Kerap Terbakar, Membahayakan Lingkungan
Foto: Aditya Fajar/detikcom
Jakarta - Beberapa pemulung memilih tinggal di dekat Tempat Pembuangan Sampah (TPS). Salah satunya adalah Kirman (36), pemulung asal Karawang.

Kirman sudah tinggal di sekitar TPS Limo selama satu tahun dan tak mengetahui ilegal atau tidak lingkungan tempat tinggalnya. Di TPS tersebut, Kirman hanya mencari plastik dan botol-botol bekas.
sampah cinere


"Di sini udah lama ada kali sekitar satu tahunan lebih. Ya tinggal disini namanya juga nyari rezeki dari sampah, ya tinggalnya di sini-sini juga," ujar Kirman kepada detikcom, Kamis (1/10/2015).d

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Nggak tau ilegal apa resmi taunya kita nyari plastik, botol, disini," lanjutnya.

Menurut Kirman, TPS bukan hanya berada di Limo saja, namun juga berada di Curug. Namun, karena biaya pembuangan sampahnya sangat mahal, maka sampah-sampah tersebut dibuang ke TPS Limo.

"Di sini katanya awal-awal itu bukit apa kebon gitu. Mau digarap jadi perumahan cuma belum jadi," ucapnya.

Di TPS Limo, ada lima hingga 10 KK yang tinggal. Sedangkan Kirman hanya mengontrak di daerah TPS.

Saat musim kemarau seperti sekarang, sampah di TPS tersebut terbakar. Asapnya menyebar hingga ke sejumlah wilayah, bahkan mengganggu kenyamanan warga.

"Katanya kalau kebakar asapnya ke mana-mana. Ini sudah dua bulan nggak ada lagi truk sampah yang ke sini," jelasnya.

Kirman menambahkan, asap yang muncul dari tumpukan sampah itu merupakan efek dari angin yang berhembus. Dia menampik bahwa tumpukan sampah tersebut sengaja dibakar.

"Asapnya udah lama, udah sempet padam cuma tidak tahu dari mana, kena angin jadi apinya nyala lagi. Sengaja dibakar juga nggak kan udah lama ditutup juga. Mungkin ada bara api atau gimana jadi ketiup besar lagi, kan dulu sempet kebakaran, ini sisa-sisanya aja," tuturnya.

Lurah Limo Danudi Amin menjelaskan, sumber api yang membakar tumpukan sampah di TPS berasal dari zat metan. Jadi bila cuaca panas, bisa menimbulkan api yang timbul dari tumpukan sampah yang sudah bertahun-tahun.

"Dulu sudah pernah ditutup sebelum saya menjabat di sana, tapi beroperasi lagi, kemarin pas saya menjabat juga sudah disegel paten. Kita juga sudah pendekatan dengan pemilik lahan yang bersengketa supaya tidak ada operasi pembuangan sampah lagi di situ," kata Danudi.

"Informasi malah sampah dari (berasal) Jakarta, karena liar dan ilegal, jadi banyak yang truk mobil pikap buang sampah ke sana, dan bukan sampah domestik dari wilayah kita, karena kita juga sudah pernah tangkap tangan ada mobil yang buang sampah ke situ," tutupnya. (yds/mad)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads