Hariyono merupakan kades kelima yang memimpin desa yang dihuni 2537 Kepala Keluarga (KK) itu. Siapa sangka, sebagai pemimpin ia justru mengeksploitasi kawasan Pantai Watu Kecak yang berada di Selok Awar-Awar, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.
Salim dan kawan-kawan berang dengan aksi Hariyono dan mengajukan protes. Namun, protes berujung tragis dengan tewasnya Salim.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski lama menjadi anak buah Hariyono, Rahmat seakan tidak bisa begitu kenal seperti apa sosok Hariyono. "Pemimpin ya begitu, kami anak buah diperintah ya harus mengikuti," ujarnya.
Saat kejadian, Rahmat mengaku sedang berada di luar kantor. Ia mendapat kabar dari warga bahwa telah terjadi pembunuhan.
"Kalau isu mau aksi damai saya tahu. Tapi untuk pembunuhan baru dikabari warga," terang dia.
Polres Lumajang menetapkan Hariyono sebagai tersangka siang tadi dan menjeratnya dengan pasal berlapis. Selain pasal 338 dan 340 KUHP tentang pembunuhan dan pembunuhan berencana, ia juga dijerat dengan pasal 170 tentang pengeroyokan/kekerasan. (bdh/rna)











































