"Ini kasus luar biasa. Ini oknum nekat 'bunuh diri' karena (saat merampok) identitas sudah diketahui," kata Kabid Humas Polda Jateng Kombes Liliek Darmanto di Mapolda, Jl Pahlawan Semarang, Kamis (1/10/2015).
Liliek menambahkan Brigadir Supriyanto bertugas mengawal mobil. Sedangkan 2 oknum anggota TNI, Sertu Trhisna Prihantoro dan Serda Isac Korputi, tidak. Masih didalami siapa otak perampokan tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, Kapendam IV Diponegoro Kolonel Zainul Bahar yang juga hadir dalam gelar perkara, mengatakan Sertu Thrisna dan Serda Isac merupakan anggota Detasemen Intelijen (Denintel). Keduanya saat ini diperiksa di kesatuannya, kemudian akan dilanjut ke polisi militer, dan pengadilan militer.
"Kita dalami kronologi kerjasama mereka. Sesuai hukum bisa (dipecat)," tandas Bahar.
Dalam gelar perkara, sejumlah barang bukti ditampilkan. Di antaranya uang miliaran rupiah, motor Kawasaki Ninja yang dibeli dari uang hasil rampokan, dan lain-lain. (alg/try)










































